“Kalau akhirnya dilakukan pemeriksaan, teman-teman wartawan pasti akan tahu juga,” sambungnya.
Di dalam LHKPN, Dedy mengakui memiliki tiga aset tanah dan bangunan senilai total Rp750 juta. Aset tidak bergerak tersebut berada di kawasan Jakarta Selatan.
Berikut perinciannya: Tanah dan Bangunan Seluas 33.8 m2/33.8 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, Rp200.000.000 Tanah dan Bangunan Seluas 33.8 m2/33.8 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI 200.000.000 Tanah dan Bangunan Seluas 36 m2/36 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, Rp350.000.00.
Dedy turut melaporkan kepemilikan kendaraan berupa mobil Honda CRV Tahun 2019 senilai Rp450.000.000 juta dengan keterangan sebagai hadiah.
BACA JUGA:Siapa Sosok Ibu Owner Batik yang Ada dalam Video Penganiayaan Dokter Koas di Palembang?
BACA JUGA:UNSRI Bentuk Tim Investigasi Hadapi Kasus Penganiayaan Dokter Koas, Fakta Besar Siap Terbongkar!
Tidak cuma itu, ia juga mengakui memiliki harta bergerak lainnya, surat berharga serta kas dan setara kas.
Harta Bergerak lainnya Rp830.000.000 Surat Berharga: Rp670.700.000 Kas dan Setara Kas: Rp6.725.751.869
Sebelumnya Insiden kekerasan yang melibatkan seorang dokter koas bernama Luthfi di Palembang, Sumatera Selatan, telah menjadi pembicaraan hangat di media sosial.
Insiden penganiayaan dokter muda Palembang oleh keluarga junior diduga dipicu oleh ketidaksepakatan mengenai jadwal kerja di rumah sakit untuk tahun baru.
Menurut sebuah unggahan di akun Twitter @Heraloebss pada 12 Desember 2024, kejadian ini bermula dari ketidakpuasan Lady Aurellia Pramesti seorang dokter koas, terhadap jadwal jaga malamnya di akhir tahun.
Lady dikabarkan ingin berlibur ke Jepang bersama keluarganya, namun merasa terhambat karena harus tetap menjalankan tugas.
BACA JUGA:Diduga Mau Liburan Ke Jepang, Bikin Dokter Muda di Palembang Dipukuli Keluarga Pelaku
Informasi dari akun Twitter @syahirularif mengungkapkan bahwa Lady ingin berlibur ke Jepang bersama keluarganya namun merasa tidak puas karena harus tetap bertugas.
"Seorang Chief Kaoas FK di PT di Palembang dipukuli hingga babak belur oleh suruhan si Ibu dari seorang mahsiswa koas FK karena ga terima izin anaknya untuk tidak jaga koas tidak dikabulkan Chiefnya. Izin tersebut berkaitan dengan rencana ke Jepang si koas bersama keluarganya," tulis X @syahirularif