Dedikasi Aulia Risma di Kenang dengan Penghargaan dari Menkes, Ibu Korban Minta Kasus Tak Berhenti

Kamis 09 Jan 2025 - 16:24 WIB
Reporter : Yudha IP
Editor : Yudha IP

BACAKORAN.CO - Kasus bullying yang melanda Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) semakin mendalam dengan penetapan tersangka oleh pihak kepolisian.

Dokter Aulia Risma yang ditemukan tewas di kamar kosnya pada 12 Agustus 2024, akhirnya menjadi simbol dari perundungan yang terjadi di lingkungan dokter residen.

Menurut laporan polisi, telah ditetapkan tiga tersangka dalam kasus ini.

Keluarga Aulia Risma membantah dugaan bunuh diri, mengakui bahwa Aulia mengalami penyakit yang mempengaruhi kesehatannya.

BACA JUGA:Ternyata Adik dr Aulia Risma Sudah Lama Ingin Viralkan Zara Yupita Azra: Bukan Mendidik Malah Menyiksa

BACA JUGA:Fakta Baru Kasus Pemerasan dr Aulia Risma, Diduga Ada Perputaran Uang Pungutan Rp2 Miliar Persemester

Namun, mereka tetap menekankan bahwa kasus perundungan ini harus dihentikan dan pelaku harus dihukum.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Menkes) memberikan penghargaan kepada almarhumah Dokter Aulia sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya dalam dunia kedokteran.

Penghargaan ini juga sebagai simbol dukungan penuh dari pemerintah terhadap upaya mengatasi kasus perundungan di lingkungan pendidikan medis.

Berikut tiga identitas terangka kasus kematian bully PPDS UNDIP dr Aulia Risma Lestari.

BACA JUGA:3 Tersangka Tewasnya dr Aulia Risma Dicekal untuk Tidak Pergi ke Luar Negeri, Pelaku Berpotensi Bertambah?

BACA JUGA:Kasus Bullying dr Aulia Risma Sebabkan Kematian, Keluarga Minta 3 Tersangka Ditahan dan Izin Dokter Dicabut!

Polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus kematian dr. Aulia Risma Lestari, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip).

Ketiga tersangka tersebut adalah dr. Taufik Eko Nugroho (TEN) selaku Kepala Staff medis Program Studi Anestesiologi FK Undip.

dr. Sri Maryani (SM) Kepala Staf Medis Prodi Anestesiologi FK Undip dan seorang dokter residen berinisial ZYA, senior korban.

Kategori :