Pemerintah Guatemala saat ini sedang menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya faktor kelebihan muatan atau kelalaian teknis.
BACA JUGA:Kecelakaan Bus Brimob Rombongan SMA 1 Porong di Tol Pandaan-Malang, Korban Tewas Bertambah Jadi 2
Menteri Komunikasi, Miguel Angel Diaz mengungkapkan, bus yang terlibat kecelakaan berusia 30 tahun tetapi masih memiliki izin operasional.
"Kami sedang menyelidiki apakah ada pelanggaran keselamatan atau faktor lain yang menyebabkan kecelakaan ini," ujarnya.
Kecelakaan Transportasi yang Berulang di Amerika Latin
Tragedi seperti ini bukan pertama kali terjadi di wilayah Amerika Tengah dan Selatan.
- Januari 2018 – 52 orang tewas di Peru setelah bus jatuh dari tebing menuju pantai di utara ibu kota Lima.
- Maret 2015 – 54 orang tewas dalam kecelakaan bus wisata di Santa Catarina, Brasil.
Kecelakaan di Guatemala ini kembali menyoroti lemahnya standar keselamatan transportasi publik di kawasan tersebut.
Terutama terkait usia kendaraan, kelebihan kapasitas, serta kepatuhan terhadap regulasi operasional.