"Jika kita bisa menggandakan jumlah subsidi ini, maka program 3 Juta Rumah akan menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah pembangunan perumahan di Indonesia," tambah Maruarar.
Dukungan Bank Indonesia: Rp80 Triliun untuk Kredit Perumahan
Bank Indonesia (BI) berkomitmen mendukung program ini dengan meningkatkan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) hingga Rp80 triliun.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menjelaskan, dana ini akan disalurkan melalui bank negara (Himbara) maupun bank swasta yang menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi.
"Kami akan meningkatkan dukungan secara bertahap hingga Rp80 triliun untuk mendukung sektor perumahan," ujar Perry.
BACA JUGA:7 Pertimbangan Untung Rugi Membeli Rumah Subsidi, Jangan hanya Lihat Harga dan Lama Cicilan Gais!
Lebih dari sekadar membantu masyarakat memiliki rumah, Perry menilai program ini akan berdampak luas terhadap ekonomi nasional.
Industri bahan bangunan, semen, besi, hingga tenaga kerja juga akan ikut berkembang.
"Sektor perumahan ini menciptakan efek domino yang besar. Dari produksi semen, batu bata, besi, hingga membuka banyak lapangan pekerjaan," jelasnya.