Penggunaan alat musik modern, termasuk DJ, dapat menjadi cara yang menarik untuk menarik perhatian masyarakat, terutama generasi muda.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak melanggar prinsip-prinsip agama.
Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Ustaz Muhyi adalah tentang batasan dalam berkreasi.
Ia menekankan bahwa sholawat tidak boleh disampaikan dengan cara yang berlebihan atau menyerupai musik yang tidak sesuai dengan syariat.
Misalnya, jika sholawat disampaikan dengan iringan musik dj, dangdut atau genre lain yang tidak sesuai, maka hal itu bisa menjadi masalah.
"Sholawat itu memiliki daya tarik luar biasa. Kita tidak perlu menambah-nambahkan elemen yang tidak perlu. Cukup dengan cara yang sederhana dan sesuai syariat," ungkap Ustaz Muhyi.
Ia juga mengingatkan bahwa sholawat seharusnya tetap memiliki nuansa spiritual yang mendalam, bukan hanya sekadar hiburan.
Ustaz Muhyi juga menyoroti pentingnya menjaga keaslian sholawat.
BACA JUGA:Biasakan Baca Sholawat Ini Setelah Sholat Fardu, InsyaAllah Dimudahkan Urusan Hidup
BACA JUGA:Rahasia Orang Kaya dan Sehat, Rajin Amalkan 5 Sholawat Berikut
Dalam beberapa kasus, kreativitas yang berlebihan dapat mengaburkan makna dan tujuan dari sholawat itu sendiri.
"Kita harus menikmati sholawat dengan nada-nada yang syariah, yang memang sudah ada dari turun-temurun," jelasnya.
Ustaz Muhyi memberikan contoh tentang penggunaan alat musik yang tidak sesuai, seperti menggabungkan sholawat dengan iringan musik yang terlalu meriah atau tidak pantas.
"Misalnya, sholawat diiringi dengan lagu-lagu pop atau dangdut, itu bisa mengurangi kesakralan sholawat," tegasnya.