Sebenarnya isu dugaan ijazah palsu Jokowi ini bukan hal baru.
Awal mula kasus ini mencuat ketika seorang mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar mempertanyakan keaslian ijazah dan skripsi Jokowi sebagai lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Menurut Rismon, font Times New Roman yang digunakan di lembar pengesahan skripsi Jokowi nggak mungkin ada di era 1980-an hingga 1990-an.
Tuduhan ini bikin heboh apalagi Jokowi adalah mantan Presiden ke-7 RI yang namanya sangat dikenal.
UGM sendiri udah memberikan klarifikasi pada 21 Maret 2025.
Mereka menegaskan bahwa Jokowi memang lulusan Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan wisuda pada 1985.
Salah satu teman seangkatan Jokowi Frono Jiwo juga membenarkan hal ini.
Frono bilang kalau dia dan Jokowi masuk kuliah bareng dan wisuda bareng.
"Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980," ujar Frono.
Tapi meskipun ada klarifikasi dari UGM, pihak penggugat, Muhammad Taufiq tetap nggak puas.
BACA JUGA:Roy Suryo Blak-blakan Senang Dilaporkan Polisi Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: Justru Bagus!
Mereka menuntut Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya secara terbuka di depan publik.
Sayangnya, dalam sidang mediasi di PN Solo pada 30 April 2025, pihak Jokowi menolak tuntutan tersebut dengan alasan bahwa ijazah adalah data pribadi.