Lebih lanjut, Hasan menambahkan bahwa uji klinis ini merupakan bagian dari studi global yang dilakukan di berbagai negara, dengan Indonesia sebagai salah satu lokasi penelitian.
BACA JUGA:Siapkan NIK KTP! Bansos BPNT Mei 2025 Cair Lagi, Ini Cara Cek Penerima dan Jadwal Penyalurannya
Keikutsertaan Indonesia dalam uji klinis ini bertujuan untuk mengamankan akses prioritas terhadap vaksin tersebut jika nantinya vaksin tersebut telah disetujui dan diproduksi secara massal.
Ia berharap partisipasi ini dapat berkontribusi terhadap pencapaian target eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030.
"Ini 'kan penyakit negara yang kurang-kurang maju, sementara kita mau jadi negara yang maju. Kira-kira begitu," kata Hasan.
Sebelumnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang menerima uji coba calon vaksin TBC M72 dari Bill Gates.
Seperti diketahui penerimaan calon vaksin TBC M72 dari Bill Gates ini juga telah disepakati oleh Presiden Prabowo Subianto
"Kita membutuhkan vaksin tuberkulosis. Dan faktanya, uji coba untuk vaksin tuberkulosis telah dimulai, termasuk dengan hubungan yang kuat di Indonesia. Kami memiliki dua tempat di mana kami menguji coba vaksin tersebut di sini, dan itu akan membantu kami mengetahui seberapa baik vaksin tersebut bekerja," ujar Bill Gates saat bertemu Presiden Prabowo Subianto, Rabu (7/5/2025).
Dari adanya vaksin TBC M72 dari Bill Gates ini, Menkes Budi Gunadi juga angkat suara dan berharap uji coba Vaksin TBC M72 ini cocok untuk masyarakat.
BACA JUGA:Boom! Ijazah Asli Jokowi Akhirnya Muncul, Netizen: Jangan-Jangan Udah Diatur Ordal!
BACA JUGA:Bawa 134,5 Gram Sabu, Urinenya Juga Positif, Agel Bakal Lama di Penjara
Dan pastinya bisa menyelamatkan 125 ribu pasien yang meninggal dunia akibat TBC.
“Indonesia terbanyak nomor 2 di dunia (kasus TBC). Kita harapkan kenapa Indonesia ikut berpartisipasi, karena Indonesia itu pasiennya banyak yang meninggal yang tadi saya bilang (125 ribu pasien meninggal dunia),” kata Budi di Kantor Kelurahan Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jum'at (9/5/2025).