Ia menyebutkan bahwa dirinya memiliki usaha di bidang kelapa sawit dan juga budidaya ikan.
“Memang usaha perkebunan, sawit sama perikanan, jadi insya Allah itu bukan dari APBD atau pemerintahan. Itu uang pribadi,” tegasnya.
Terlepas dari penjelasan Hatami, publik tetap memberikan sorotan tajam terhadap etika dan sikap seorang pejabat publik, terutama dalam konteks kondisi masyarakat yang masih berjuang dengan berbagai persoalan ekonomi dan infrastruktur.
BACA JUGA:BGN dan OJK Rancang Skema Asuransi MBG Bagi Korban Keracunan Makanan, Simak Rinciannya!
BACA JUGA:Keracunan MBG? Tenang, Korban Bakal Ditanggung Asuransi, Begini Penjelasan Lengkapnya!
Pengamat sosial dan pemerintahan pun angkat bicara, menilai bahwa meskipun kegiatan tersebut bersifat pribadi dan bukan menggunakan dana publik
Seorang pejabat publik tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga sikap dan perilakunya, terutama di ruang publik yang dengan mudah terekam dan tersebar di media sosial.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari partai tempat Hatami bernaung, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), terkait insiden tersebut.
Namun banyak pihak menantikan apakah akan ada sanksi atau teguran etik terhadap anggota dewan yang bersangkutan.
Video yang viral ini menjadi pengingat bahwa pejabat publik, meskipun dalam kapasitas pribadi, tetap berada di bawah sorotan publik dan dituntut untuk memberi contoh yang baik bagi masyarakat.