BACA JUGA:Kontroversi Borobudur Bakal Dipasangi Stairlift dan Ramp, Walubi Bilang Begini!
Pemasangan stairlift di Candi Borobudur bertujuan untuk meningkatkan inklusivitas bagi pengunjung yang memiliki keterbatasan fisik.
Teknologi ini telah diterapkan di berbagai situs warisan dunia seperti Angkor Wat, Gereja Saint Peter di Italia, dan Forbidden City di China.
Dengan adanya stairlift, pengunjung yang sebelumnya kesulitan menaiki tangga candi kini dapat menikmati keindahan Borobudur dengan lebih nyaman.
Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, menyatakan bahwa stairlift sangat membantu bagi lansia dan umat Buddha yang memiliki keterbatasan fisik.
BACA JUGA:Blok M Bangkit! Menjadi Pusat Budaya dan Ekonomi Baru Jakarta
Bahkan, beberapa tokoh agama mendukung pemasangan permanen fasilitas ini demi kenyamanan pengunjung.
Ancaman bagi Keaslian Candi?
Di sisi lain, banyak pihak yang khawatir bahwa pemasangan stairlift dapat mengganggu keaslian dan estetika Candi Borobudur sebagai situs bersejarah.
Meskipun pihak pengelola memastikan bahwa stairlift bersifat portabel dan tidak menggunakan baut atau pengeboran, beberapa pemerhati budaya tetap mempertanyakan dampaknya terhadap struktur candi dalam jangka panjang.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyebut bahwa pemasangan stairlift dilakukan dengan mempertimbangkan aspek konservasi dan tidak merusak struktur candi.
Namun, keputusan untuk menjadikannya permanen masih dalam tahap kajian oleh Kementerian Kebudayaan dan dewan cagar budaya.
Sebagai salah satu situs warisan dunia, Candi Borobudur selalu menjadi pusat perhatian dalam setiap perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Pemasangan stairlift di candi ini telah memicu perdebatan antara aksesibilitas dan pelestarian keaslian situs bersejarah.