BACA JUGA:Dihadapan Wakil Rakyat, Dosen Unsri Ini Ungkapkan Keprihatinan Soal Cagar Budaya
BACA JUGA:Heboh! Oknum Guru Seni Budaya Diduga Lecehkan 11 Murid di SMKN 56 Jakarta, Kini Dinonaktifkan
Di satu sisi, teknologi ini membuka peluang bagi lansia dan penyandang disabilitas untuk menikmati keindahan Borobudur tanpa hambatan fisik.
Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa keberadaan stairlift meskipun bersifat portabel dapat mengubah pengalaman autentik dan estetika candi.
Keputusan akhir mengenai pemasangan permanen stairlift masih dalam tahap evaluasi oleh pemerintah dan para ahli konservasi.
Yang jelas, keseimbangan antara kemudahan akses dan pelestarian warisan budaya harus menjadi prioritas utama.
BACA JUGA:Pamerkan Citra Budaya dari Lintasan Zaman, Museum Negeri Sumsel Gelar Pameran Selama 2 Bulan
BACA JUGA:Pamerkan Citra Budaya dari Lintasan Zaman, Museum Negeri Sumsel Gelar Pameran Selama 2 Bulan
Apakah ini langkah maju menuju inklusivitas, atau justru ancaman bagi keaslian Borobudur? Hanya waktu yang akan menjawabnya.