Belanja Cuma Klik, Utang Paylater Makin Menggunung! Bikin Rakyat Kecanduan?

Rabu 09 Jul 2025 - 12:05 WIB
Reporter : Ramadhan Evrin
Editor : Ramadhan Evrin

BACA JUGA:BSU Tak Bisa Cair di Kantor Pos Tanpa QR Code Pospay, Ini Cara Dapetinnya Biar Gak Zonk!

“Meski tumbuh pesat, tingkat pembiayaan bermasalah (NPF) masih relatif terkendali di 3,74%,” jelas Agusman.
Pinjol Tak Kalah Ngeri

Tak hanya paylater, pinjaman online (pinjol) juga menyumbang angka fantastis.

Per Mei 2025, outstanding pembiayaan P2P lending alias pinjol tembus Rp82,59 triliun, naik hampir 28% dari tahun sebelumnya.

Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) berada di 3,19%--artinya masih ada risiko gagal bayar yang signifikan.

BACA JUGA:Terus Bertambah! Sudah 17.026 Rekening Terkait Judi Online Diblokir OJK

BACA JUGA:Berhasil Cair Rp500 Ribu Saldo DANA dari Aplikasi Top Rich, Ini Review Nyata yang Udah Withdraw 2x Seminggu!

Konsumsi Gaya Hidup atau Bencana Finansial?

Kemudahan transaksi digital memang menyenangkan. Tapi jika tidak dibarengi dengan literasi keuangan, bisa jadi malapetaka finansial.

Fenomena “beli dulu bayar nanti” ternyata tidak hanya meringankan, tapi juga perlahan menjerumuskan masyarakat ke jurang utang konsumtif.

Kategori :