1. Eka Bakti Karya
Panjang 850 meter, menjadikannya terowongan aktif terpanjang kedua di Indonesia setelah Sasaksaat.
2. Dwi Bakti Karya
Panjang 400 meter, melengkapi jalur baru yang menembus pegunungan di wilayah Sumberpucung.
BACA JUGA:Yuk Daftar! Kereta Api Indonesia Buka Lowongan Kerja Untuk Lulusan SMA, Daftarnya Disini Gais
Keduanya dibangun dengan teknologi dan tenaga lokal, menjadikannya 100% karya anak bangsa.
Meski ada bantuan dana pampasan perang Jepang dan pinjaman luar negeri, pelaksanaannya tetap dilakukan oleh insinyur dan pekerja Indonesia.
Teknologi dan Keunggulan
Berbeda dari terowongan kolonial yang dibangun oleh Belanda, Karangkates adalah hasil kerja keras insinyur dan tenaga lokal.
Pembangunannya menggunakan metode konvensional namun presisi tinggi, menyesuaikan kontur pegunungan dan kebutuhan jalur kereta api modern.
Terowongan ini juga dirancang untuk mendukung lalu lintas padat, termasuk kereta api jarak jauh seperti Malabar, Matarmaja, Gajayana, dan Kertanegara.
Sinergi dengan Bendungan Ir. Sutami
Keunikan proyek ini terletak pada sinergi antara transportasi dan sumber daya air.
BACA JUGA:Satu Rangkaian Kereta Api Setara 120 Truk Batubara