BACAKORAN.CO - Kol goreng kerap menjadi pilihan lauk pendamping yang digemari masyarakat Indonesia.
Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah menjadikannya pelengkap sempurna untuk berbagai hidangan, seperti pecel lele atau nasi uduk.
Namun, di balik kenikmatannya, kol goreng menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Kol atau kubis merupakan sayuran yang kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan.
Kandungan nutrisinya sangat bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, dan menangkal radikal bebas.
Sayangnya, metode pengolahan dengan cara digoreng justru dapat merusak sebagian besar zat gizi mikro yang terkandung di dalamnya.
Dampak Penggorengan terhadap Kandungan Gizi Kol
BACA JUGA:Waspada! 7 Makanan yang Disukai Sel Kanker dan Harus Segera Dibatasi
Proses pemanasan minyak pada suhu tinggi, terutama dengan teknik deep frying, menyebabkan air dalam sayuran menguap.
Akibatnya, terbentuk rongga yang kemudian terisi oleh minyak goreng.
Hal ini tidak hanya menambah asupan lemak dan kalori ke dalam tubuh, tetapi juga mengurangi kandungan vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan B kompleks.
Menurut Dr. Zuraidah Nasution, dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB University, proses menggoreng dapat merusak kandungan zat gizi mikro pada sayuran.
Ia menyarankan agar masyarakat lebih bijak dalam mengolah sayuran.
"Cara terbaik mengolah sayuran adalah dengan menggunakan prinsip pemaparan panas yang minimal dan penggunaan air yang tidak berlebih, seperti ditumis atau dikukus," jelasnya, dikutip dari situs resmi IPB University, Kamis (11/9/2025).
BACA JUGA:Buruan Coba Detoks Tubuh dengan Brokoli ala dr. Zaidul Akbar, Ampuh Bantu Cegah Kanker!