Rencana itu juga disertai pengawasan langsung dari Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar untuk memastikan implementasinya berjalan tanpa pelanggaran.
Namun, di balik euforia gencatan senjata, luka Gaza belum sembuh.
BACA JUGA:Terus Menggila Tentara IDF Cegat Global Sumud Flotila, Kolombia Ngamuk Usir Semua Diplomat Israel!
Data dari TvOneNews menunjukkan lebih dari 67.200 warga Palestina tewas sejak Oktober 2023, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Infrastruktur publik hancur total, ribuan keluarga kehilangan rumah, dan banyak wilayah kini “nyaris tak layak huni.”
Masyarakat internasional menyambut baik langkah Israel ini, tapi skeptisisme tetap mengiringinya.
Banyak pihak menilai, penarikan pasukan hanyalah “rehat taktis” yang bisa berakhir sewaktu-waktu jika situasi politik kembali memanas.