"Tadi saat sudah unggul cukup jauh, kami sempat sedikit mengubah pola permainan dan cenderung lebih bertahan. Padahal, poin-poin justru banyak kami dapat ketika bermain menyerang tanpa terlalu banyak lob," jelasnya.
"Lawan juga bukan pemain biasa, mereka punya banyak cara untuk mencari poin dan tetap berusaha meskipun tertinggal cukup jauh," tegasnya.
"Menurut saya, hal seperti itu wajar terjadi dalam pertandingan, tetapi memang sebaiknya tidak sampai terulang. Ke depan ini akan jadi bahan evaluasi agar tidak terjadi lagi," ungkapnya.
Felisha menjelaskan bahwa penampilannya butuh evaluasi. Menurutnya, evaluasi terbesar penampilannya adalah masalah konsistensi permainan.
"Evaluasi terbesar menurut saya adalah konsistensi, terutama saat menghadapi pasangan-pasangan top four. Dari segi permainan, sebenarnya kami bisa mengimbangi tetapi di poin-poin akhir sering kali konsistensinya menurun sehingga lawan bisa langsung menjauh," ujarnya.
"Itu yang sejak awal tahun sering terjadi setiap kali bertemu pasangan top four. Jadi, bagi saya, konsistensi di momen-momen krusial itu yang harus jadi fokus evaluasi utama," tukasnya.