BACAKORAN.CO - Insiden keamanan kembali terjadi di Amerika Serikat setelah aparat United States Secret Service menembak mati seorang pria bersenjata yang berupaya memasuki kawasan Mar-a-Lago, properti milik Donald Trump di Palm Beach, Florida, Minggu dini hari waktu setempat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat.
Saat kejadian berlangsung, Trump dilaporkan tidak berada di lokasi karena sedang berada di Gedung Putih, Washington DC.
Menurut keterangan aparat setempat, pria tersebut memasuki area gerbang utara properti ketika sebuah kendaraan lain sedang keluar dari kawasan tersebut.
BACA JUGA:Lagi, OTT di Kabupaten Muara Enim, Polisi Tangkap Oknum Wartawan
Ia diduga memanfaatkan celah itu untuk mencoba menerobos masuk.
Sheriff Palm Beach County, Ric Bradshaw, menjelaskan bahwa dua agen Secret Service bersama seorang wakil sheriff segera menghadang pria tersebut.
Pelaku disebut membawa jeriken berisi bahan bakar dan senapan jenis shotgun.
Petugas memerintahkan pelaku untuk menjatuhkan perlengkapan yang dibawanya.
Ia sempat meletakkan jeriken, namun kemudian mengangkat senapannya ke posisi menembak.
BACA JUGA:Trump Naikkan Tarif Global 15 Persen Usai Putusan Mahkamah Agung AS
Dalam situasi yang dinilai mengancam keselamatan, aparat melepaskan tembakan untuk melumpuhkan ancaman tersebut.
Berdasarkan keterangan Federal Bureau of Investigation (FBI), pelaku diidentifikasi sebagai Austin Tucker Martin, pria berusia 21 tahun asal North Carolina.
Penyelidik menduga senjata tersebut dibeli saat pelaku dalam perjalanan menuju Florida.
Direktur FBI, Kash Patel, menyatakan bahwa biro akan mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.