Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Ihor merupakan anak dari salah satu mafia di negaranya, sehingga dugaan adanya keterkaitan dengan jaringan kriminal internasional pun ikut mencuat.
BACA JUGA:Tragis! Masinis di Kroya Tewas Diserang Tawon Vespa Saat Bersihkan Toren
BACA JUGA:KPK Tahan Budiman Bayu Prasojo, Pegawai Bea Cukai Simpan Rp5 Miliar di Safe House
“Tim DVI akan mencocokkan sampel DNA keluarga dengan potongan tubuh yang ditemukan,” jelas Ariasandy.
Selain proses identifikasi forensik, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri jejak pergerakan korban sebelum dinyatakan hilang.
Kombes Ariasandy menegaskan bahwa fokus utama penyelidikan saat ini adalah memastikan identitas korban, mengungkap asal potongan tubuh tersebut, serta menelusuri siapa pelaku di balik dugaan mutilasi ini.
Kasus ini menjadi perhatian besar karena selain melibatkan dugaan tindak pidana berat, juga berpotensi terkait dengan jaringan kriminal lintas negara.