Militer Israel mengonfirmasi bahwa Teheran telah meluncurkan rudal balasan ke wilayah utara Israel.
Sirene peringatan serangan udara terdengar di beberapa kota, sementara sistem pertahanan udara Israel segera diaktifkan untuk mencegat rudal tersebut.
Ebrahim Azizi, kepala komisi keamanan nasional parlemen Iran, memperingatkan bahwa respons Iran akan bersifat “menghancurkan”.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Mobilisasi Militer Terbesar Sejak Invasi Irak
Dalam beberapa pekan terakhir, AS diketahui telah mengerahkan armada jet tempur dan kapal perang dalam jumlah besar ke kawasan Timur Tengah.
Mobilisasi ini disebut sebagai yang terbesar sejak invasi Irak pada 2003, menandakan keseriusan Washington dalam menghadapi Iran.
Seorang pejabat AS yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa operasi ini kemungkinan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
BACA JUGA:Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO, Pakar Unpad: Indonesia Tak Perlu Minder
Trump juga menyinggung kelompok-kelompok proksi Iran seperti Hamas, Hizbullah, dan Houthi, dengan menegaskan bahwa mereka tidak akan lagi dibiarkan mengganggu stabilitas regional maupun global.
Dunia Internasional Waspada
Eskalasi ini menjadi sorotan dunia internasional.
Banyak pihak khawatir bahwa serangan gabungan AS–Israel terhadap Iran akan memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah, mengingat keterlibatan berbagai aktor regional dan global.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dilaporkan dalam kondisi aman.
Namun, akses menuju kompleks kediaman Khamenei ditutup rapat, menambah ketidakpastian di tengah situasi yang terus berkembang.