BACA JUGA:Doha Diguncang! Rudal Iran Hantam Qatar, 8 Orang Terluka
Perjalanan Pendidikan dan Awal Karier Militer
Setelah lulus SMA, Try Sutrisno mendaftar di Akademi Teknik Angkatan Darat atau ATEKAD.
Ia sempat gagal dalam pemeriksaan fisik, namun Mayor Jenderal GPH Djatikusumo melihat potensinya dan memberinya kesempatan kedua.
Ia mengikuti tes psikologi di Bandung dan akhirnya diterima.
Karier militernya dimulai dengan keterlibatannya dalam penumpasan pemberontakan PRRI pada 1957.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi kepemimpinannya di kemudian hari.
BACA JUGA:Iran Balas Dendam! Armada ke-5 Amerika di Bahrain Kena Serangan Rudal
Menanjak Hingga Puncak TNI
Karier Try Sutrisno terus meningkat. Pada 1978, ia menjabat Kepala Staf Kodam XVI Udayana.
Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Panglima Kodam IV Sriwijaya.
Tahun 1985, ia diangkat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, lalu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 1986 hingga 1988.
Saat menjadi KSAD, ia menggagas pembentukan Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI AD untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit.
BACA JUGA:Misteri Potongan Tubuh di Pantai Bali: Polisi Curiga Korban Mutilasi WNA Ukraina!
Puncak karier militernya terjadi ketika ia menjabat sebagai Panglima ABRI periode 1988 hingga 1993.
Pada masa itu, ia menghadapi berbagai dinamika keamanan nasional, termasuk penanganan Gerakan Pengacau Keamanan di Aceh pada 1989.
Menjadi Wakil Presiden RI ke-6
Pada 1993, Try Sutrisno dipercaya menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 mendampingi Presiden Jabatan tersebut diembannya hingga 1998.
Pengalaman panjang di dunia militer membuatnya menjadi figur strategis dalam lingkaran pemerintahan saat itu.