Raymond Indra usai pertandingan mengaku, masih butuh adaptasi di lapangan. Mereka belum terbiasa dengan kondisi lapangan yang kalah angin.
"Jadi belum bisa mengontrol. Di game kedua kami sudah tahu harus bagaimana cara bermainnya dan berlanjut di game ketiga yang sempat tertinggal lalu balik unggul," jelas Raymond.
"Di akhir mungkin kami sedikit hilang fokus dan lawan mengubah bola pertama dan keduanya jadi kami cukup keteteran," lanjutnya.
"Atmosfer All England memang berbeda dengan turnamen lainnya, warna karpetnya juga abu-abu jadi terasa sangat berbeda," terang Raymond.
Ditambahkan Nikolaus Joaquin bahwa kemenangan ini karena kebangkitan di game ketiga. Terutama saat tertinggal 8-11 di interval game ketiga.
"Setelah tertinggal 8-11 di interval game ketiga, kami coba lebih meyakinkan diri bahwa kami belum kalah jadi fokusnya bagaimana bisa dapat satu poin demi satu poin dan akhirnya bisa ambil 7-8 poin beruntun. Di poin 19-19 coba spekulasi dengan flick servis, nekat saja dan Puji Tuhan berhasil," jelasnya.
"Sangat luar biasa bisa bermain di arena All England yang semegah ini," ucapnya.