BACAKORAN.CO - Situasi geopolitik Timur Tengah kembali memanas.
Setelah sebelumnya dilaporkan terjadi serangan drone terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, kini muncul laporan bahwa stasiun CIA di kota yang sama juga terdampak serangan tersebut.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh sejumlah media internasional, termasuk CNN dan Washington Post, yang mengutip sumber internal.
Disebutkan bahwa fasilitas yang diyakini sebagai markas Central Intelligence Agency di Riyadh ikut mengalami kerusakan akibat serangan drone yang diduga dilancarkan Iran pada Senin waktu setempat.
BACA JUGA:Sepekan Setelah Diresmikian Wali Kota Prabumulih, Pasar Bedug 'Ditinggal Pedagang'
Sebelumnya, dua drone dilaporkan menyerang kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh dan memicu kebakaran.
Meski api berhasil dikendalikan, insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan.
Menurut laporan sumber, fasilitas yang disebut sebagai stasiun CIA berada dalam kompleks yang sama dengan Kedutaan Besar AS.
Akibatnya, bangunan tersebut turut mengalami dampak signifikan dari serangan.
Meski begitu, tidak ada laporan korban jiwa maupun cedera dalam peristiwa ini.
Otoritas setempat langsung meningkatkan pengamanan di sekitar kawasan diplomatik.
Pihak CIA sendiri menolak memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.
Selain dua drone yang memicu kebakaran, sumber lain menyebutkan ada dua drone tambahan yang diduga menyerang di atau dekat area kedutaan.
Detail mengenai titik pasti serangan masih belum dipublikasikan secara resmi.