BACAKORAN.CO – Lebaran selalu datang bersama kebahagiaan, silaturahmi, dan satu hal yang sulit ditolak, yakni deretan makanan lezat di meja makan.
Dari pagi hingga malam, rumah-rumah di Indonesia nyaris tidak pernah sepi dari opor, rendang, ketupat, hingga aneka kue kering yang tersaji tanpa jeda.
Namun di balik kelezatan tersebut, ada risiko kesehatan yang kerap muncul akibat pola makan berlebihan selama Lebaran.
Di banyak keluarga lokal, terutama di kampung halaman, menolak makanan kerap dianggap tidak sopan.
Akibatnya, tanpa disadari, porsi makan menjadi jauh lebih besar dari hari biasa.
Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini bisa memicu gangguan pencernaan, lonjakan kolesterol, hingga kelelahan tubuh pasca-Lebaran.
BACA JUGA:Lebaran 2026 Makin Berkesan Bersama Suzuki Carry Minivan 2026: Transportasi Keluarga Besar dan Usaha
1. Opor dan Gulai, Gurihnya Sulit Ditolak
Opor ayam dan berbagai gulai menjadi ikon utama Lebaran di banyak daerah.
Santan kental, bumbu kaya rempah, serta proses memasak yang lama membuat hidangan ini terasa sangat menggugah selera.
Namun, konsumsi berlebihan makanan bersantan dapat meningkatkan asupan lemak jenuh secara drastis.
Tips praktis yang bisa diterapkan adalah membatasi porsi kuah santan dan memperbanyak lauk pendamping seperti sayur labu, kacang panjang, atau acar.
Dengan begitu, cita rasa tetap dinikmati tanpa membebani tubuh secara berlebihan.