Pertama, kita perlu sering-sering melakukan introspeksi diri.
Tanyakan pada diri sendiri: "Mengapa aku melakukan ini untuk anakku?" Jika jawabannya adalah karena cinta dan keinginan untuk melihatnya bahagia, maka itu adalah niat yang baik.
Namun, jika ada unsur mengharapkan balasan, maka kita perlu memperbaiki niat tersebut.
BACA JUGA:Ciri-Ciri Pubertas Anak Laki-Laki dan Perempuan, Orang Tua Wajib Tahu!
BACA JUGA:Kenali 7 Gangguan Mental pada Anak SD dan Cara Mencegahnya, Orang Tua Wajib Tau!
Kedua, kita bisa mengingatkan diri sendiri dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis yang mengajarkan tentang kebaikan tanpa syarat.
Misalnya, hadis yang menyatakan bahwa "Tidak ada salah satu dari kalian yang beriman sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri."
Konsep ini juga berlaku dalam hubungan orang tua dan anak. Kita harus mencintai anak dengan sepenuh hati, sama seperti kita ingin dicintai.
Ketiga, kita bisa berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan dan petunjuk untuk menjadi orang tua yang baik, yang menyayangi anak dengan niat yang lurus.
BACA JUGA:Kapan Bayi Bisa Angkat Kepala Sendiri saat Tummy Time? Ini Tahapan dan Tips Aman untuk Orang Tua!
BACA JUGA:Sikap Anak kepada Kedua Orang Tua ala Ustadzah Halimah Alaydrus: Kunci Hidup Penuh Berkah
Berdoa adalah cara yang paling ampuh untuk membersihkan hati dan memperkuat niat kita.
Pesan Ustadzah Halimah Alaydrus tentang jangan sampai salah niat menyayangi anak adalah pengingat yang sangat berharga bagi kita semua.
Mari kita jadikan kasih sayang kepada anak sebagai bentuk ibadah yang murni, tanpa mengharapkan balasan apa pun.
Dengan begitu, kita tidak hanya akan membangun hubungan yang harmonis dengan anak, tetapi juga akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.
BACA JUGA:Pertolongan Pertama Saat Anak Alami Keracunan Makanan, Panduan Cepat dan Praktis untuk Orang Tua