Arab Saudi Sudah Lebaran 20 Maret 2026! Indonesia Masih Nunggu Hilal Tipis 0,5 Derajat, Fix atau Mundur?

Kamis 19 Mar 2026 - 13:45 WIB
Reporter : Yudha IP
Editor : Yudha IP

BACAKORAN.CO – Pemerintah Arab Saudi resmi menetapkan Hari Raya Idul fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan ini langsung memicu pertanyaan besar di Indonesia: apakah akan ikut Lebaran di tanggal yang sama, atau justru berbeda menjadi 21 Maret?

Penetapan di Arab Saudi dilakukan setelah otoritas setempat mengumumkan bahwa hilal telah terlihat, sehingga 1 Syawal dimulai lebih cepat.

Namun, kondisi geografis dan metode penentuan yang berbeda membuat Indonesia belum tentu mengikuti keputusan tersebut.

Arab Saudi Sudah Tetapkan Lebaran, Bagaimana Metodenya?

Penentuan awal bulan Hijriah di Arab Saudi cenderung mengandalkan rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan sabit. Begitu hilal dinyatakan terlihat, maka keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai 1 Syawal.

Keputusan ini sering kali lebih cepat dibanding negara lain, termasuk Indonesia.

BACA JUGA:iPhone 17e Murah Tapi Sadis! Layar OLED + Kamera Mantap di Harga Rp9 Jutaan, Lebih Worth It Saat Idul Fitri?

BACA JUGA:Kapan Lebaran 2026? Ini Perbedaan Penetapan Idul Fitri Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Hal ini dipengaruhi oleh posisi geografis Arab Saudi yang memungkinkan visibilitas hilal lebih awal dibanding kawasan Asia Tenggara.

Namun, penting dipahami bahwa perbedaan ini bukan kesalahan, melainkan konsekuensi dari perbedaan metode dan lokasi pengamatan.

Indonesia Masih Menunggu Sidang Isbat

Berbeda dengan Arab Saudi, Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan kombinasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (observasi langsung) dalam Sidang Isbat.

Sidang Isbat menjadi forum resmi yang menentukan kapan Lebaran dirayakan di Indonesia.

Semua data mulai dari posisi hilal, laporan pengamatan di berbagai titik, hingga pertimbangan ulama dibahas secara komprehensif sebelum keputusan diumumkan.

Untuk 2026, posisi hilal di Indonesia berada dalam kategori “kritis”. Artinya, kemungkinan terlihat sangat tipis dan bergantung pada kondisi cuaca serta lokasi pengamatan.

Kategori :