BACAKORAN.CO – Tradisi bertamu saat Idul fitri sudah menjadi budaya yang melekat kuat di masyarakat Indonesia.
Momen ini bukan hanya tentang saling berkunjung, tapi juga menjadi ajang mempererat hubungan keluarga, sahabat, hingga tetangga.
Namun sayangnya, di tengah euforia Lebaran, banyak orang tanpa sadar melupakan adab dasar saat bertamu.
Padahal, menjaga etika bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga mencerminkan kepribadian dan menghargai orang lain.
Agar silaturahmi tidak sekadar formalitas, berikut 10 adab bertamu saat Idul fitri yang penting untuk dipahami dan diterapkan.
Bertamu bukan sekadar rutinitas tahunan. Dalam ajaran Islam, silaturahmi memiliki nilai ibadah. Oleh karena itu, penting untuk meluruskan niat sebelum berkunjung.
Datanglah dengan tujuan mempererat hubungan, saling memaafkan, dan menjaga keharmonisan.
Jika niatnya sudah benar, maka interaksi yang terjalin pun akan terasa lebih hangat dan tulus.
BACA JUGA:Ribuan Jemaah Siap Padati TMII: Salat Idul Fitri di Keong Mas Jadi Magnet Lebaran 2026!
BACA JUGA:Wisata Religi Lebaran, 3 Destinasi Hits Napak Tilas Islam di Banten untuk Mengisi Libur Panjang!
Dari sudut pandang realistis, niat ini sering diabaikan. Banyak yang datang hanya karena “kewajiban sosial”, bukan karena keinginan untuk benar-benar terhubung.
Memperhatikan Waktu Kunjungan
Tidak semua waktu cocok untuk bertamu, bahkan di hari Lebaran sekalipun. Datang terlalu pagi atau terlalu malam bisa membuat tuan rumah merasa tidak nyaman.
Adab yang baik adalah memilih waktu yang wajar, biasanya setelah salat Id atau di siang hingga sore hari. Lebih sopan lagi jika memberi kabar terlebih dahulu.
Hal sederhana ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya besar terhadap kenyamanan kedua belah pihak.
Mengucapkan Salam dan Meminta Izin
BACA JUGA:Lebaran di Rutan KPK, Garasi Gus Alex Eks Stafsus Yaqut Cholil Jadi Sorotan!