Ngeri, Trump Ultimatum Iran untuk Buka Selat Hormuz dalam 24 Jam atau Listrik Dipadamkan, Hanya Gertakan?

Minggu 22 Mar 2026 - 12:15 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

- Jadi, “Kahar Stop Produksi Minyak” berarti penghentian produksi bukan karena keinginan, melainkan karena keadaan darurat geopolitik.

BACA JUGA:Kian Memanas, Iran Siapkan Rudal Haj Qasem, AS dan Israel Ketar ketir?

BACA JUGA:Selat Hormuz Tetap Dibuka Terbatas, Iran Izinkan Kapal Netral Melintas di Tengah Konflik

Pentingnya Selat Hormuz

- Selat Hormuz adalah jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.

- Sekitar 20% perdagangan minyak dunia melewati selat ini setiap hari.

- Penutupan selat otomatis memblokir ekspor minyak dari negara-negara Teluk ke pasar global.

- Kondisi ini menjadikan Selat Hormuz sebagai titik krisis energi dunia.

BACA JUGA:Kian Memanas, Hamas Ingatkan Iran untuk Stop Serang Negara Teluk, Ini Alasannya!

BACA JUGA:Korea Utara Dukung Penuh Iran Dipimpin oleh Motjaba Khamenei, Kutuk Keras AS!

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran adalah krisis geopolitik besar yang memaksa negara-negara Teluk menghentikan produksi minyak secara darurat (kahar).

Hal ini menekan pasokan global, menaikkan harga minyak, dan memicu pelepasan cadangan strategis oleh negara-negara konsumen energi.

Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi peringatan penting untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor minyak.

Kategori :