Menjelang mudik Lebaran 2026, pemerintah bersama PT Jasa Marga memastikan ruas ini akan dibuka secara fungsional.
Bahkan, pengguna jalan dapat melintas tanpa dikenakan tarif alias gratis selama periode tertentu.
Ruas yang difungsionalkan mencapai sekitar 54,75 kilometer, mulai dari Setu Bekasi hingga Sadang.
Panjang ini lebih besar dibanding pembukaan sebelumnya, sehingga dampaknya terhadap pengurangan kemacetan diperkirakan lebih signifikan.
Progres Proyek dan Nilai Investasi
Secara keseluruhan, pembangunan Tol Japek 2 Selatan menelan investasi sekitar Rp14,6 triliun dengan masa konsesi selama 35 tahun.
Progres konstruksi pada beberapa segmen utama telah melampaui 90 persen.
Meski begitu, sejumlah fasilitas pendukung seperti rambu lalu lintas, penerangan jalan, dan rest area masih dalam tahap penyempurnaan bertahap.
Hal ini menjadi bagian dari proses pengoperasian secara penuh di masa mendatang.
Dampak Ekonomi dan Mobilitas
Lebih dari sekadar jalur transportasi, Tol Japek 2 Selatan membawa dampak ekonomi jangka panjang.
Jalur ini membuka akses baru ke kawasan industri di Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta.
Distribusi barang menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga berpotensi menurunkan biaya logistik nasional.
BACA JUGA:New Mitsubishi Pajero Sport 2026: SUV 4x4 Paling Gagah, Tenaga 204 HP Harga Mulai Rp650 Jutaan
Selain itu, kawasan di sepanjang jalur tol juga diprediksi akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Bagi masyarakat, kehadiran tol ini memberikan pilihan rute yang lebih fleksibel. Tidak hanya untuk perjalanan mudik, tetapi juga aktivitas harian dan perjalanan bisnis antar kota.
Tol Japek 2 Selatan menjadi salah satu proyek infrastruktur paling strategis yang akan mengubah pola perjalanan Jakarta Bandung.