BACAKORAN.CO - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran minta penjelasan Arab Saudi dan UEA terkait insiden drone China yang ditembak jatuh di wilayahnya.
Peristiwa ini menjadi sorotan internasional karena terjadi di tengah konflik besar antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Insiden drone China Wing Loong II ditembak jatuh Iran ini memicu spekulasi baru mengenai kemungkinan keterlibatan negara-negara Teluk dalam konflik tersebut.
Pemerintah Teheran menilai keberadaan drone tersebut sebagai indikasi serius adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam perang yang sedang berlangsung.
BACA JUGA:Pertalite dan Solar Aman Sampai Akhir Tahun: Ini Jurus Pemerintah Hadapi Harga Minyak Dunia!
Dalam perkembangan terbaru, Iran minta penjelasan Arab Saudi dan UEA terkait asal-usul drone tersebut.
Kedua negara Teluk itu diketahui merupakan pengguna aktif drone buatan China, sehingga muncul dugaan kuat keterkaitan mereka dalam insiden tersebut.
Drone yang diidentifikasi sebagai Wing Loong II dilaporkan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran saat melintas di atas kota Shiraz pada 2 April 2026.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan bahwa puing-puing drone tersebut telah diamankan dan dianalisis.
BACA JUGA:Begal Sadis, Pura-pura jadi Penumpang, Sampai Tujuan Tembak Tukang Ojek yang Mengantarnya
Foto-foto reruntuhan bahkan sempat dibagikan ke publik sebagai bukti awal.
Awalnya, sempat beredar klaim bahwa drone tersebut adalah MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat.
Namun, setelah dilakukan identifikasi lebih lanjut, drone tersebut dipastikan sebagai Wing Loong II buatan China.
Iran menyebut insiden ini bisa menjadi indikasi “keterlibatan aktif” negara-negara tertentu dalam konflik yang sedang berlangsung.
Meski tidak secara langsung menyebut nama, tekanan diplomatik mengarah pada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.