PT Tempa Bersama — Rp 59.829.000
PT Bijee Galang Indonesia — Rp 35.379.960
PT Gajah Mitra Paragon — Rp 158.627.700
Kontrak fantastis untuk pengadaan dan pembelian semir dan tali sepatu ini tentu mengundang reaksi negatif netizen.
Anggaran sebesar Rp1,5 Miliar ini dianggap mubazir dan tidak ada urgensinya.
Banyak netizen yang membandingkan anggaran fantastis ini dengan gaji guru honorer yang hanya sebesar Rp300 ribu per bulan.
Sebelumnya BGN juga sempat dikritik terkait pengadaan puluhan ribu sepeda motor untuk kendaraan operasional.
Badan Gizi Nasional atau BGN ugal-uugalan. Di saat semua pihak kencangkan ikat pinggang karena penghematan efek dari konflik Timur Tengah, BGN malah borong motor.
Motor yang diborong tidak sedikit. Motor listrik jenis trail ini datang sebanyak 21 ribuaan.
Kedatangan motor trail listrik masih akan bertambah karena BGN total memesan sepeda motor sebanyak 25 ribu unit.
Ugal-ugalan BGN memborong motor trail listrik ini ramai di dunia maya. Media sosial terus menggoreng aktivitas BGN ini.
Bahkan video aksi borong motor trail listrik ini viral. Beragam spekulasi pun muncul di tengah masyarakat.
Mengingat, aksi borong motor ini menunjukkan BGN tidak peka dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.
Belanja motor trail listrik ini ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan di Jakarta, sebagaimana dilansir situs resmi BGN.