BACAKORAN.CO - Erupsi maut Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara memakan korban jiwa pada Jumat, 8 Mei 2026.
Sebanyak 2 pendaki warga negara asing asal Singapura dilaporkan tewas tertimpa material letusan, sementara 1 pendaki lokal masih hilang.
Tragedi ini terjadi setelah rombongan pendaki tersebut memasuki zona bahaya kawah yang sebenarnya telah ditutup secara resmi sejak pertengahan bulan lalu.
Informasi mencekam mengenai jatuhnya korban ini pertama kali mencuat melalui unggahan cerita WhatsApp dari akun Leader Canga pada pukul 09.47.
BACA JUGA:3 Kecamatan di Kabupaten Ini Masuk Zona Waspada Karhutla, Status Siaga 123 Hari
Dalam unggahan berupa tangkapan layar berlatar hijau tersebut, seorang pengguna bernama Eza melaporkan kondisi darurat langsung dari atas gunung.
"Ini dengan eza. Dua korban MD singapura atas nama Timo dan Sahnaz. Satu lokal atas nama angel masih hilang kemungkinan MD. Korban tertimpa material batu letusan. Saya dan abang nanot masih di atas. Minta tolong hubungi semua pihak terkait di Tobelo, BASARNAS, KEPOLISIAN," tulis laporan saksi mata tersebut secara tertulis.
Kejadian nahas di Gunung Dukono ini menjadi pelajaran krusial bagi kamu yang gemar melakukan eksplorasi alam bebas agar selalu mematuhi arahan otoritas setempat.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, menegaskan bahwa jalur pendakian sudah berstatus tertutup.
"Mulai tanggal 17 April 2026 kami sudah tidak mengizinkan adanya pendakian ke kawasan kawah Gunung Dukono. Untuk saat ini pendakian ke area kawah dengan radius 4 kilometer masih ditutup," kata Bambang memberikan pernyataan resminya terkait insiden ini.
Diduga kuat rombongan pendaki ini naik menembus jalur tanpa melapor ke pos pengamatan.
"Waktu mereka naik itu tidak melapor ke kami di pos, sehingga kami tidak mengetahui berapa jumlah pendaki yang berada di atas," ujarnya menambahkan fakta temuan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan relawan terus bergerak menembus medan ekstrem yang tertutup abu tebal untuk mengevakuasi 2 jenazah korban dan mencari 1 pendaki bernama Enjel atau Angel yang dinyatakan hilang.