Tepatnya saat sesi official training dengan Persija Jakarta jelang pertandingan kontra Borneo FC pada 2 Maret 2026, Mauro mengalami cedera hamstring.
Proses pemulihannya sempat menunjukkan perkembangan positif ketika ia bergabung bersama Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026. Bahkan, ia berhasil mencetak satu gol ke gawang St. Kitts and Nevis. Sayangnya, setelah pertandingan tersebut, cedera kembali menghantuinya.
Kini, Zijlstra mengaku sangat bersyukur bisa kembali merasakan atmosfer pertandingan Super League bersama Persija.
“Senang bisa bermain untuk Persija lagi setelah tiga bulan dan kembali meraih tiga poin,” ujar Zijlstra.
BACA JUGA:Bagaimana Cedera Mauro Zijlstra? Bigini Kata Dokter Tim Persija
Di sisi lain, pelatih Mauricio Souza menilai kondisi Zijlstra belum sepenuhnya mencapai level terbaiknya.
Menurut pelatih asal Brasil itu, sang striker masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kebugaran sekaligus mengembalikan ritme permainan setelah menjalani masa pemulihan yang cukup panjang.
“Sayangnya, ia mengalami cedera sebelum bergabung dengan tim nasional, lalu kembali cedera saat bersama tim nasional. Jadi, ia praktis baru menjalani latihan penuh selama sekitar satu setengah hingga dua minggu,” kata Mauricio.
Meski demikian, Mauricio tetap optimistis terhadap potensi yang dimiliki Zijlstra. Ia menilai striker muda tersebut memiliki insting tajam serta kemampuan membaca ruang di area penalti lawan.
“Jadi, ia memang belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Namun, ia adalah pemain yang cerdas dan punya kehadiran kuat di dalam kotak penalti. Jika kondisi fisiknya terus meningkat dan kebugarannya kembali maksimal, saya yakin ia bisa menjadi pemain hebat,” tutur Mauricio.