BACAKORAN.CO - Super League 2025/26 menjadi panggung Hendri Susilo dalam meracik strategi. Pelatih lokal itu harus beradu strategi dengan pelatih asing sejak kick off Super League musim ini.
Hingga pekan ke-33 ini, Hendri sukses antarkan Malut United bersaing di peringkat 5 besar. Malut yang sisakan satu pertandingan, koleksi 53 angka dan berada di posisi kelima klasemen sementara.
Malut United berada di sana usai bukukan 15 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 10 pertandingan tumbang.
Jika sukses menangkan laga pamungkas musim ini, Hendri berpeluang antarkan Malut United finish di urutan keempat.
BACA JUGA:Selangkah Lagi Cetak Hat-trick Juara, Adam Alis Ingatkan Ini di Laga Penutup Super League 2025/26
Malut United di lima besar dikelilingi klub dengan pelatih asing. Mulai Persib Bandung dengan Bojan Hodak, lalu Fabio Lefundes yang nakhodai Borneo FC, kemudian Persija yang ditangani Mauricio Sousa, dan Persebaya yang dipimpin Bernardo Tavares.
Lalu di bawah Malut United ada Jan Olde Riekerink yang tangani Dewa United dan Bhayangkara FC yang berjuang bersama Paul Munster.
Meski memberikan hasil yang menggembirakan karena mampu bersaing dengan pelatih asing, tidak cukup bagi Hendri Susilo menempati nominasi pelatih terbaik Super League.
Bojan Hodak masuk nominasi kategori best coach di Super League -I.League-
Namonasi best coach di Super League musim ini didominasi pelatih asing. Ini sesuai rilis yang dikeluarkan I.League terkait daftar nominasi penerima penghargaan individu di Super League 2025/26.
I.League menempatkan tiga pelatih asing masuk nominasi best coach. Menurut I.league, tiga pelatih ini sukses membawa identitas permainan kuat serta menjaga konsistensi timnya masuk dalam nominasi pelatih terbaik.
BACA JUGA:Malut United Ingin Pesta di Laga Kandang Terakhir Super League Musim Ini
Yang partama, Fabio Lefundes (Borneo FC Samarinda). Fabio Lefundes masuk nominasi karena sukses menjaga Borneo FC tetap berada dalam persaingan juara hingga pekan terakhir. Gaya bermain agresif dan produktif membuat Borneo FC menjadi salah satu tim paling tajam musim ini.
Kemudian ada nama Bojan Hodak (Persib Bandung). Bojan Hodak kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih elite dengan membawa Persib memimpin klasemen menjelang pekan terakhir. Stabilitas permainan dan konsistensi hasil menjadi kekuatan utama Maung Bandung musim ini.
Lalu ada nama Paul Munster (Bhayangkara Presisi Lampung FC). Paul Munster dinilai berhasil mengangkat performa Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi tim yang kompetitif dan sulit dikalahkan. Racikan taktiknya membuat timnya tampil disiplin dan efektif sepanjang musim.