BACAKORAN.CO - Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia di berbagai kalangan usia.
Banyak orang meyakini bahwa mengonsumsi daging kambing adalah penyebab utama naiknya tekanan darah secara drastis yang bisa berujung pada stroke atau penyakit jantung.
Padahal anggapan tersebut ternyata menyimpan fakta yang jauh berbeda dari kebenaran medis sesungguhnya.
Mari kita bedah tuntas fakta dan mitos seputar penyakit ini agar kamu tidak lagi terjebak dalam disinformasi yang merugikan kesehatan.
BACA JUGA:Bukan Direndam Nanas, Ini Cara Rahasia Bikin Daging Kambing Empuk Anti Bau Prengus
Mitos Daging Kambing dan Darah Tinggi
Dikutip dari kanal YouTube Hidup Sehat tvOne, dr. Syafik Alis, Spesialis Penyakit Dalam, menegaskan bahwa anggapan daging kambing memicu hipertensi adalah mitos belaka.
Nilai gizi dan kandungan lemak pada daging kambing nyatanya tidak setinggi daging sapi, justru daging ini memiliki protein yang sangat baik untuk membangun sel tubuh.
Lantas apa yang membuat tekanan darah naik secara instan setelah makan sate atau gulai kambing? Jawabannya terletak pada cara pengolahan.
Penggunaan garam, kecap, dan bumbu penyedap yang sangat berlebihan saat memasaklah yang menjadi pemicu utama melonjaknya tensi darah kamu.
Bahaya Tersembunyi Tanpa Gejala
Sering kali penderita merasa dirinya sehat karena tidak merasakan keluhan sakit apa pun saat beraktivitas sehari-hari.
Dokter Syafik menjelaskan bahwa hipertensi kerap kali tidak memunculkan gejala pasti pada fase awal.
Walau sebagian kecil orang mungkin merasakan pusing hebat atau kaku di bagian tengkuk leher, sebagian besar penderita justru tidak merasakan tanda bahaya sama sekali hingga terjadi komplikasi.
Oleh karena itu, pemeriksaan angka tensi secara rutin ke fasilitas kesehatan menjadi langkah antisipasi mutlak, terutama bagi kamu yang memiliki garis keturunan pengidap tekanan darah tinggi.