AVC Women's Cup: Dikalahkan Vietnam 2-3, Semangat Juang Pemain Dapat Pujian

Selasa 09 Jun 2026 - 18:15 WIB
Reporter : Kumaidi
Editor : Kumaidi

BACAKORAN.CO - Timnas Voli Putri alami kekalahan saat hadapi Vietnam dalam lanjutan AVC Cup Women's 2026. Bertanding di Candon City, Filipina, Indonesia menyerah dengan kedudukan 2-3 (25-18, 22-25, 18-25, 25-19, 13-15).

Meski alami kekalahan, Indonesia membuat Vietnam tidak mudah amankan kemenangan. Indonesia mampu memaksa lawan bekerja keras hingga pertandingan berlangsung lima set.

Sejak awal laga, skuad besutan Marcos Sugiyama langsung menunjukkan permainan agresif. 

Indonesia sukses mengendalikan pertandingan pada set pertama dan menutupnya dengan kemenangan 25-18, membuat Vietnam kesulitan mengembangkan permainan.

BACA JUGA:AVC Women's Cup 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Hadapi Vietnam Hari Ini.

Memasuki set kedua, Vietnam mulai menemukan ritme permainan. Indonesia sempat memberikan perlawanan, namun akhirnya kalah 22-25. 

Situasi serupa kembali terjadi pada set ketiga ketika Vietnam mampu menjaga konsistensi permainan untuk menang 25-18.

Tertinggal 1-2 tidak membuat semangat para pemain Indonesia surut. Tim Merah Putih bangkit pada set keempat dengan permainan yang lebih efektif dan berhasil merebut kemenangan 25-19 untuk memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Set kelima berlangsung sangat ketat. Kedua tim bergantian memimpin perolehan angka dan terus menempel hingga poin-poin akhir. 


Skuad Timnas Voli Putri di AVC Women's Cup 2026-AVC-

Namun, Vietnam tampil lebih tenang pada momen krusial dan akhirnya mengamankan kemenangan 15-13 sekaligus menutup pertandingan dengan skor 3-2.

Manajer tim Indonesia, Luciana Taroreh, menilai penampilan anak asuhnya menunjukkan perkembangan signifikan dibanding laga sebelumnya.

BACA JUGA:Ini Misi Ganda Timnas Voli Putri di AVC Women's Volleyball Nations Cup 2026

“Timnas come back to their performance. Timnas voli putri Indonesia menunjukkan semangat juang yang luar biasa,” kata Luciana.

Mantan bintang voli Indonesia era 1980-an itu menambahkan bahwa pengalaman dan ketenangan Vietnam menjadi faktor pembeda dalam duel sengit tersebut.

Kategori :