BACAKORAN.CO – Kerusuhan terjadi di areal PT Buluh Cawang Plantation (BCP), Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa sore 23 Juni 2026 menelan korban jiwa.
Seorang warga bernama Ali Candra, (25), dikabarkan tewas diduga akibat tersengat aliran listrik. Sementara Tiga warga lainnya diduga mengalami luka tembak dan harus menjalani perawatan medis.
Korban luka tembak masing-masing Zainal, 45, yang mengalami luka tembak di perut hingga tembus ke belakang dan kini dalam kondisi kritis di RS Charitas Palembang.
Sementara Mat Kunci, 35, mengalami luka tembak di paha dan Yasun, 17, tertembak di bagian kaki serta menjalani perawatan di klinik terdekat.
BACA JUGA:Release Kontras, 3 Orang Masih Hilang Saat Kerusuhan September di Jakarta, Polisi Masih Bungkam
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kerusuhan bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat petugas dari Polda Sumsel dan Polres OKI mengamankan 11 unit sepeda motor serta satu unit mobil pickup Grand Max bermuatan tandan buah segar (TBS) sawit yang diduga hasil pencurian dari areal PT BCP.
Saat proses pengamanan berlangsung, massa yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu dan diduga berasal dari Desa Tebing Suluh mendatangi lokasi. Mereka berupaya menghalangi tindakan petugas sehingga terjadi adu mulut.
Petugas kemudian melakukan negosiasi dengan warga. Hasilnya, 11 unit sepeda motor dan mobil pickup dikembalikan kepada masyarakat. Sedangkan buah sawit yang diduga hasil pencurian diserahkan kembali kepada pihak perusahaan.
Situasi kembali memanas ketika seorang anggota Polsek Lempuing, Bripka Hendro Priharno, diduga ditendang massa hingga terjatuh ke parit. Pada saat bersamaan, massa juga diduga merusak kendaraan patroli double cabin milik kepolisian.
BACA JUGA:Harga BBM hari ini, Rabu, 24 Juni 2026: Pertamina, Shell, Vivo, dan BP kompak naik atau tetap?
BACA JUGA:Piala Dunia 2026: Maroko Pulangkan Haiti, 3 Tim Ini Calon Lawan di Babak 32 Besar
Ketegangan meningkat. Sejumlah saksi mengaku mendengar bunyi letusan yang hingga kini belum diketahui asalnya. Tak lama kemudian, beberapa warga diketahui mengalami luka tembak.
Aparat lalu mundur menuju mess PT BCP. Namun massa terus berdatangan dan melakukan pembakaran serta perusakan fasilitas mess karyawan perusahaan.
Dalam aksi tersebut, Ali Candra diduga tersengat aliran listrik saat berada di lokasi pembakaran. Korban kemudian meninggal dunia dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga.
Pemerintah Kabupaten OKI meminta masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi. Bupati OKI H Muchendi Mahzareki melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda OKI, H Alamsyah, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi.
BACA JUGA:Perpustakaan Universitas Leiden Lirik Karya Lokal Sumsel untuk Koleksi Dunia
BACA JUGA:Piala Dunia 2026: Brasil ke Babak 32 Besar dengan Status Juara Grup C, Ini Lawan Selanjutnya
"Camat sejak Selasa hingga malam berada di lokasi untuk membantu menjaga kondusivitas," ujarnya.
Menurut Alamsyah, seluruh rangkaian peristiwa masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. "Nanti kalau kondisinya sudah memungkinkan kami akan turun ke lapangan. Saat ini semuanya masih didalami aparat kepolisian," katanya.
Kasus kerusuhan PT BCP Lempuing ini menjadi perhatian luas masyarakat karena melibatkan dugaan pencurian sawit, bentrokan warga dengan aparat, hingga jatuhnya korban jiwa. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti luka tembak yang dialami para korban serta pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut.