BI Rate Naik, Cicilan Mobil Ikut Melonjak? Astra Daihatsu Ungkap Fakta Sebenarnya

Kamis 25 Jun 2026 - 11:59 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) berpotensi membuat kredit mobil lebih mahal. Namun dampaknya tidak selalu langsung terasa pada cicilan konsumen. Astra Daihatsu menilai masih ada banyak faktor yang memengaruhi bunga kredit, dan perusahaan telah menyiapkan opsi tenor hingga 8 tahun untuk menjaga keterjangkauan cicilan.

Bagi calon pembeli, fokus utama bukan hanya pada besaran bunga. Yang lebih penting adalah menghitung total biaya kredit dan memastikan cicilan tetap aman bagi kondisi keuangan pribadi.

BACA JUGA:8 Leasing yang Menyediakan Layanan Kredit Mobil Bekas dengan Harga Terjangkau, Cek Disini Caranya Bos!

Mengapa Kenaikan BI Rate Bisa Mempengaruhi Kredit Mobil?

BI Rate menjadi salah satu acuan dalam sistem keuangan Indonesia.

Saat suku bunga naik, biaya dana bagi bank dan perusahaan pembiayaan ikut meningkat. Kondisi ini dapat mendorong kenaikan bunga kredit kendaraan.

Namun prosesnya tidak sesederhana itu.

Perusahaan leasing biasanya mempertimbangkan beberapa faktor lain:

Profil risiko debitur
Besaran uang muka (DP)
Riwayat kredit
Jenis kendaraan
Sumber pendanaan perusahaan pembiayaan
Kondisi persaingan pasar otomotif

Karena itu, kenaikan BI Rate tidak selalu langsung membuat cicilan melonjak.

BACA JUGA:Punya Kendaraan Impian? Wujudkan di 7 Rekomendasi Leasing yang Tersedia Layanan Kredit Mobil Bekas, Kepoin!

Respons Astra Daihatsu: Cicilan Lebih Panjang Jadi Solusi

Astra Daihatsu Motor (ADM) mengakui sebagian besar pembelian mobil di Indonesia masih dilakukan secara kredit.

Persentasenya mencapai sekitar 70% hingga 80%.

Untuk menjaga daya beli konsumen, Daihatsu bersama lembaga pembiayaan menawarkan tenor kredit yang lebih panjang.

Kategori :