OpenAI Perkenalkan GPT-Red, AI yang Menguji Keamanan Model AI Buatannya Sendiri

Minggu 19 Jul 2026 - 07:00 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Jika model tidak mampu membedakan instruksi yang dapat dipercaya, penyerang berpotensi memengaruhi tindakan AI.

BACA JUGA:Pakar Beberkan: AI Resmi Masuk Fase Physical AI, Level Tertinggi Kecerdasan Buatan?

Menggunakan AI untuk Menguji AI

Keunggulan utama GPT-Red terletak pada kemampuan melakukan pengujian dalam skala besar.

Pengujian manual oleh manusia tetap penting, tetapi membutuhkan waktu dan sumber daya yang terbatas.

Menurut OpenAI, GPT-Red dikembangkan untuk memperluas kemampuan red teaming dengan menghasilkan serangan dalam jumlah besar dan beragam.

Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk melatih model pertahanan agar lebih tangguh menghadapi pola serangan yang ditemukan.

Pendekatan ini memungkinkan pengujian dilakukan secara lebih berkelanjutan seiring meningkatnya kemampuan model AI.

BACA JUGA:10 Aplikasi Edit Foto Populer Bisa Ubah Pakai Jas Gratis dengan Kecerdasan Buatan AI, Cobain Aja Gais!

GPT-Red Mengungguli Penguji Manusia dalam Salah Satu Uji

Dalam pengujian terhadap skenario baru yang berkaitan dengan indirect prompt injection, OpenAI melaporkan GPT-Red berhasil menemukan serangan pada 84 persen skenario, dibandingkan 13 persen yang dicapai penguji manusia dalam eksperimen tersebut.

Angka ini tidak berarti AI selalu lebih unggul dalam seluruh bentuk pengujian keamanan.

Namun, hasil tersebut menunjukkan potensi sistem otomatis untuk mengeksplorasi banyak kemungkinan serangan secara cepat dan berulang.

BACA JUGA:7 Aplikasi Edit Foto Pakai Jas dengan Kecerdasan Buatan AI, Templatenya Banyak Cuma Sekali Klik Aja Masbro

Diuji pada Sistem AI yang Berinteraksi dengan Dunia Nyata

OpenAI juga menguji GPT-Red pada sistem agen AI yang mengendalikan simulasi mesin penjual otomatis.

Kategori :