Selain harga awal, nilai jual kembali juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan industri motor listrik.
Konsumen dapat mempertimbangkan risiko penurunan harga kendaraan ketika ingin mengganti motor atau membutuhkan dana dari hasil penjualan kendaraan lama.
Persoalan ini semakin penting karena motor bagi sebagian masyarakat bukan sekadar kendaraan pribadi.
Motor dapat menjadi aset yang digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari sehingga faktor keandalan dan nilai ekonominya ikut menentukan keputusan pembelian.
Produsen karena itu perlu membangun kepercayaan bahwa motor listrik mempunyai nilai penggunaan dan nilai jual yang cukup kompetitif.
Edukasi kepada konsumen juga perlu diarahkan pada manfaat yang benar-benar relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA:Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta: Harga Mulai Rp6 Jutaan, Buruan Cek Daftarnya!
Tantangan Bukan Lagi Sekadar Teknologi
Menurut Yannes, tantangan terbesar industri kendaraan roda dua berbasis baterai saat ini bukan lagi sekadar memperkenalkan teknologi baru.
Tantangan utamanya adalah meyakinkan pengguna motor bensin konvensional bahwa motor listrik dapat digunakan secara praktis untuk kebutuhan harian.
Pengguna membutuhkan kepastian mengenai jarak tempuh, pengisian baterai, ketersediaan layanan perawatan, serta kemudahan mendapatkan suku cadang.
Semakin mudah aspek tersebut dipenuhi, semakin kecil keraguan konsumen ketika mempertimbangkan perpindahan dari motor bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE).
Jaminan purna jual juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Produsen perlu memastikan konsumen memiliki akses terhadap bengkel, teknisi, komponen, dan layanan setelah pembelian sehingga kepemilikan motor listrik tidak dianggap lebih merepotkan dibandingkan motor bensin.
BACA JUGA:Segera, Motor Listrik Nasional Meluncur dari Pabrik di Cikarang Hari Ini
Strategi Pemasaran Perlu Diubah
Dengan karakter konsumen yang sangat sensitif terhadap pengeluaran awal, strategi pemasaran motor listrik dinilai perlu lebih membumi.
Program harga terjangkau, DP ringan, cicilan kompetitif, garansi baterai, serta kepastian layanan purna jual dapat menjadi faktor yang lebih kuat dalam mendorong pembelian.
Narasi mengenai emisi rendah dan efisiensi energi tetap penting sebagai bagian dari edukasi.