BACA JUGA:Modal Rp1 Jutaan Bisa Punya Aquascape 60 Cm yang Cantik? Ini Rincian Biaya dan Tanaman untuk Pemula
2. Ancaman Mematikan Tuberkulosis Ikan (Mycobacteriosis)
Penyebab ikan mas koki cepat mati yang sering tidak disadari adalah serangan penyakit kronis seperti Tuberkulosis Ikan (TBC Ikan).
Ini adalah infeksi bakteri ganas dari spesies Mycobacterium. Penyakit ini sangat berbahaya, menular, dan seringkali berujung pada kefatalan.
Gejalanya kadang mengecoh.
Ikan koki kamu mungkin terlihat makan dengan lahap, namun tubuhnya perlahan menjadi kurus dan lemas.
Gejala lainnya meliputi kelesuan di dasar kolam, munculnya luka pada kulit dan sirip, hingga kelainan bentuk tulang yang membuat pola berenangnya menjadi tidak beraturan.
"Ikan yang terkena penyakit tuberkulosis akan menjadi kurus dan lemas meskipun nafsu makannya normal atau meningkat," ujar kreator Arsipedia Id.
Sayangnya, tidak ada obat khusus yang benar-benar ampuh menyembuhkan TBC ikan.
Langkah terbaik yang bisa sobat lakukan adalah melakukan karantina ketat pada ikan baru sebelum dicampur ke akuarium utama.
Jika ada ikan yang sudah menunjukkan gejala, segera isolasi agar bakteri tidak menyebar ke ikan lain melalui air.
BACA JUGA:5 Jenis Ikan Hias Ini Bisa Disatukan dengan Ikan Mas Koki, Nomor 3 Wajib Ada di Aquarium!
3. Pemberian Pakan Berlebih (Overfeeding)
Apakah kamu sering merasa kasihan melihat ikan koki yang selalu berenang ke permukaan seolah meminta makan? Hati-hati, ini adalah jebakan! Ikan mas koki tidak memiliki sensor kenyang yang baik.
Mereka akan terus makan sebanyak apapun yang kamu berikan.
Sistem pencernaan koki tergolong lambat. Memberi makan terlalu banyak akan membuat perut mereka begah, memicu sembelit, penyakit kembung (swim bladder disease), hingga obesitas.
Dampak buruk lainnya berimbas langsung pada ekosistem akuarium.
Sisa makanan yang tidak termakan akan membusuk di dasar akuarium, melepaskan zat kimia berbahaya, memicu ledakan pertumbuhan alga, dan meningkatkan kadar amonia dengan sangat cepat.