Pelaku UMKM yang ingin mengajukan KUR sebaiknya mempersiapkan seluruh persyaratan sejak awal.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Usaha Sudah Berjalan
Calon debitur perlu memastikan usahanya telah memenuhi ketentuan masa operasional yang dipersyaratkan oleh produk KUR yang dipilih.
Sebagai contoh, informasi KUR BTN menyebut calon debitur harus memiliki usaha yang telah berjalan minimal enam bulan.
Karena persyaratan dapat berbeda berdasarkan skema dan kebijakan penyalur, calon debitur tetap perlu mengecek ketentuan terbaru kepada bank yang dituju.
2. Data Identitas Harus Valid
Pastikan data seperti NIK, KTP, dan informasi pribadi lainnya sesuai dengan dokumen resmi.
Kesalahan data atau ketidaksesuaian informasi dapat menyebabkan proses verifikasi membutuhkan waktu lebih lama.
BACA JUGA:Rekomendasi Pinjaman Online Legal OJK 2026, Bunga Rendah dan Resmi
3. Siapkan Dokumen Usaha
Dokumen yang berkaitan dengan usaha sebaiknya sudah tersedia dan dapat ditunjukkan apabila diminta bank.
Semakin siap dokumen yang diperlukan, semakin mudah petugas melakukan pemeriksaan awal terhadap profil calon debitur dan usahanya.
4. Riwayat Kredit Perlu Diperhatikan
Bank juga dapat mempertimbangkan riwayat kredit calon debitur melalui informasi kredit yang tersedia.
Karena itu, sebelum mengajukan KUR, calon debitur sebaiknya memastikan tidak memiliki masalah kredit yang dapat memengaruhi hasil analisis bank.
5. Siapkan Bukti Aktivitas Usaha
Rekening atau catatan transaksi usaha dapat membantu menunjukkan bahwa kegiatan bisnis benar-benar berjalan.
Dokumen tersebut juga dapat menjadi bagian dari informasi yang digunakan bank dalam memahami kondisi usaha calon debitur.
BACA JUGA:Tabel KUR BSI 2026 Pinjaman Rp 30 Juta: Simulasi Cicilan Ringan, Syarat Mudah, Cocok untuk UMKM!
6. Siap Mengikuti Verifikasi atau Survei
Pengajuan KUR bukan sekadar mengisi formulir dan menunggu pencairan.