BACA KORAN.CO – Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan, mata dan kulit. Karena itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak perlu menggunakan masker, melindungi mata, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga rumah tetap bersih dari abu.
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material ini berasal dari aktivitas gunung api dan dapat mengandung partikel sangat kecil yang mudah terbawa angin.
Ketika berada di udara, partikel tersebut dapat terhirup atau menempel pada mata, kulit, rambut, pakaian hingga berbagai permukaan di dalam maupun luar rumah.
Bagaimana Abu Vulkanik Bisa Mengganggu Pernapasan?
Saluran pernapasan menjadi salah satu bagian tubuh yang paling berisiko ketika seseorang menghirup abu vulkanik.
Partikel abu yang masuk melalui hidung dan mulut dapat menyebabkan iritasi pada hidung serta tenggorokan. Gejalanya antara lain bersin, batuk, tenggorokan terasa mengganjal dan tidak nyaman.
Pada paparan yang lebih berat, seseorang dapat mengalami sesak napas atau dada terasa tidak nyaman.
Orang yang memiliki gangguan pernapasan sebelumnya perlu lebih berhati-hati karena paparan partikel di udara dapat memperburuk keluhan.
Anak-anak dan lansia juga perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama ketika kondisi udara di lingkungan tempat tinggal mengalami penurunan akibat sebaran abu.
BACA JUGA:Pray for Indonesia: Aktivitas 6 Gunung Api Meningkat, Abu Anak Krakatau Capai Jakarta
Mengapa Mata Perlu Dilindungi dari Abu Vulkanik?
Selain pernapasan, mata juga termasuk bagian tubuh yang mudah mengalami iritasi akibat abu vulkanik.
Partikel kecil yang masuk ke mata dapat menimbulkan rasa perih, gatal, mata berair hingga kemerahan.
Jangan mengucek mata ketika terkena abu. Gesekan dapat membuat iritasi semakin parah.
Jika harus berada di luar ruangan, penggunaan pelindung mata dapat membantu mengurangi kemungkinan abu langsung mengenai permukaan mata.
Apakah Abu Vulkanik Bisa Mengiritasi Kulit?
Abu yang menempel pada kulit dan rambut juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sebagian orang.
Setelah beraktivitas di luar ruangan, masyarakat sebaiknya membersihkan tubuh dan mengganti pakaian untuk mengurangi material yang masih menempel.
Pakaian yang terkena abu juga sebaiknya tidak langsung digunakan kembali sebelum dibersihkan.
BACA JUGA:Update Gunung Anak Krakatau: Abu Vulkanik Capai 48.000 Kaki, Status Tetap Siaga Level III
Bagaimana Cara Melindungi Diri Saat Udara Dipenuhi Abu?
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika lingkungan mulai terdampak abu vulkanik.
| Perlindungan | Langkah yang Bisa Dilakukan |
|---|---|
| Pernapasan | Gunakan masker dan pastikan hidung serta mulut tertutup |
| Mata | Gunakan pelindung mata saat harus keluar |
| Aktivitas | Kurangi kegiatan di luar ruangan |
| Rumah | Tutup pintu dan jendela |
| Kulit | Bersihkan tubuh setelah dari luar |
| Pakaian | Ganti pakaian yang terkena abu |
| Makanan | Tutup makanan dan minuman |
| Lingkungan | Bersihkan abu secara hati-hati agar tidak beterbangan |