BACA KORAN.CO - Tim bulu tangkis Indonesia mulai mematangkan persiapan menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) tidak hanya menyiapkan daftar pemain, tetapi juga menyusun komposisi berdasarkan performa, kondisi fisik, kemampuan teknis, serta kebutuhan tim.
Persiapan tersebut menjadi semakin penting karena bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang diharapkan mampu menyumbangkan medali untuk kontingen Indonesia.
Pada Asian Games 2026, PBSI menargetkan setidaknya satu medali emas dengan sektor beregu putra menjadi peluang utama.
BACA JUGA:MBG Madiun Bikin Twitter Geram, Puluhan Siswa Diduga Keracunan
Target tersebut disampaikan Ketua Umum PP PBSI Muhammad Fadil Imran setelah pelepasan kontingen Indonesia pada 9 September 2026.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober.
Khusus cabang bulu tangkis, pertandingan nomor beregu dijadwalkan berlangsung lebih dahulu pada 20-24 September, sebelum dilanjutkan nomor perorangan pada 25-29 September.
Kondisi tersebut membuat kesiapan tim sejak pertandingan pertama menjadi salah satu perhatian penting PBSI.
BACA JUGA:PBSI Rilis Daftar 20 Atlet Bulu Tangkis untuk Asian Games 2026
Komposisi Pemain Disusun Berdasarkan Evaluasi
PBSI telah mengumumkan 20 pemain yang akan memperkuat Indonesia, terdiri dari 10 pebulu tangkis putra dan 10 pebulu tangkis putri.
Penentuan tersebut dilakukan melalui evaluasi terhadap performa, kondisi fisik dan teknis, serta kebutuhan tim dalam menghadapi persaingan Asian Games.
Di sektor putra, Indonesia membawa sejumlah nama berpengalaman dan pemain muda.
Jonatan Christie dan Alwi Farhan menjadi bagian dari tunggal putra, sementara sektor ganda putra diisi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Selain itu, terdapat Moh Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Nikolaus Joaquin dan Amri Syahnawi yang masuk dalam skuad putra.
Kombinasi tersebut menunjukkan upaya PBSI untuk menghadirkan kedalaman skuad sekaligus memberikan ruang kepada pemain muda untuk berkontribusi dalam ajang multievent terbesar di Asia.
Sementara itu, sektor putri diperkuat Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Mutiara Ayu Puspitasari.
Untuk ganda putri, terdapat pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
BACA JUGA:Tim Beregu Putra Bulu Tangkis Indonesia Selangkah Lagi Raih Medali Emas di SEA Games 2025 Thailand
Fokus Utama pada Beregu Putra
Target emas beregu putra menjadi fokus utama dalam strategi PBSI. Penetapan target ini bukan tanpa alasan.
Sebelumnya, PBSI telah menilai sektor tersebut sebagai salah satu peluang paling besar untuk meraih medali emas di Asian Games 2026.
Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menyebut persiapan kali ini dilakukan dengan mengambil pelajaran dari hasil kurang baik pada Asian Games sebelumnya.
Evaluasi tersebut mencakup program latihan, periodisasi, hingga pengaturan turnamen menjelang pertandingan utama.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa persiapan atlet tidak hanya berorientasi pada kemampuan bertanding, tetapi juga bagaimana kondisi fisik dan performa dapat mencapai puncak pada waktu yang tepat.
Sektor ganda putra juga menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan.
PBSI melihat hasil sejumlah turnamen sebagai indikator positif sekaligus peluang tambahan untuk mendapatkan medali.
Meski demikian, sektor lain tetap diharapkan mampu memberikan kontribusi apabila mendapatkan kesempatan.
BACA JUGA:Asian Games 2026: Basket 5x5 Putra Indonesia Telan Kekalahan saat Hadapi Korea Selatan
Senior dan Pemain Muda Berada dalam Satu Tim
Salah satu hal menarik dari skuad Indonesia adalah perpaduan antara pemain berpengalaman dengan talenta yang lebih muda.
Strategi tersebut dapat memberikan variasi kekuatan sekaligus membantu proses regenerasi di tubuh pelatnas.
Pengalaman pemain senior dibutuhkan ketika tim menghadapi tekanan tinggi dalam pertandingan beregu.
Di sisi lain, kehadiran pemain muda memberikan pilihan tambahan dan menjadi bagian dari persiapan jangka panjang bulu tangkis Indonesia.
Perkembangan pemain muda juga sebelumnya menjadi salah satu catatan positif PBSI dalam evaluasi kompetisi internasional.
Federasi menilai beberapa pemain muda telah menunjukkan kemampuan bersaing pada level turnamen besar, meskipun konsistensi tetap menjadi aspek yang perlu ditingkatkan.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Naikkan Rp 3 Miliar untuk Bonus Medali Emas Asian Games 2026
Tantangan Persaingan di Asian Games
Target emas tentu bukan perkara mudah.
Indonesia harus menghadapi negara-negara Asia yang memiliki tradisi kuat dalam bulu tangkis.
Karena itu, strategi pertandingan, kesiapan mental, kondisi fisik, dan kemampuan membaca permainan lawan akan menjadi faktor penting.
PBSI juga perlu memastikan para pemain dapat mempertahankan kondisi hingga nomor perorangan selesai.
Padatnya jadwal pertandingan dapat menguji kebugaran atlet, terutama bagi pemain yang berpotensi tampil di lebih dari satu nomor.
Dengan komposisi 20 pemain yang telah ditetapkan, perhatian kini beralih pada bagaimana seluruh atlet menjalankan program yang telah disiapkan.
PBSI berharap para pemain dapat tampil maksimal sejak nomor beregu hingga pertandingan perorangan.
Asian Games 2026 akhirnya bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana pembinaan bulu tangkis Indonesia berkembang.
Dengan target emas beregu putra dan peluang dari sektor lainnya, publik kini menantikan kiprah para wakil Merah Putih di Aichi-Nagoya.