JNE Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pers Palembang

Jumat 11 Sep 2026 - 21:00 WIB
Reporter : kemas rauf
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO, PALEMBANG — Di tengah perubahan lanskap informasi yang semakin cepat, JNE Express Palembang memilih memperkuat komunikasi dengan insan pers sebagai bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan publik. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Media Gathering JNE Express Jilid 4 yang digelar di Agam Cafe Jilid II, belakang Kantor Wali Kota Palembang, Kamis (10/9/2026).

Memasuki tahun keempat pelaksanaan, Media Gathering JNE tidak lagi sekadar menjadi agenda silaturahmi tahunan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koneksi, membangun komunikasi dua arah serta menjaga kepercayaan antara JNE dan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

BACA JUGA:JNE dan Grasindo Luncurkan Komik Pengantar Kebahagiaan, Kisah Kurir di Balik Setiap Paket

Kegiatan yang berlangsung mulai sekitar pukul 15.00 WIB itu dikemas dalam suasana santai dan penuh keakraban. Sejumlah insan pers Palembang hadir dan berinteraksi langsung dengan perwakilan JNE dalam suasana yang lebih informal.

Public Relation JNE Regional Sumatra, Khairul Tanjung, mengatakan konsistensi pelaksanaan Media Gathering merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap insan pers yang selama ini turut mendukung JNE melalui pemberitaan.

"Ini adalah Media Gathering ke-4 yang kami gelar di Palembang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi dan terima kasih kami kepada teman-teman media yang selama ini telah mendukung JNE," ujar Khairul.

BACA JUGA:Ingin Punya Bisnis Pengiriman? Franchise Logistik Bisa Jadi Pilihan yang Lebih Praktis

Menurut dia, hubungan antara perusahaan dan media memiliki peran yang semakin penting seiring dengan perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Kecepatan arus informasi di era digital membuat sebuah informasi dapat menyebar luas hanya dalam hitungan detik.

"Informasi sekarang bergerak sangat cepat. Apa yang terjadi di suatu tempat bisa langsung diketahui masyarakat di tempat lain. Karena itu, komunikasi antara perusahaan dan media perlu terus dijaga," katanya.

BACA JUGA:Pengiriman Barang Import Jemaah Haji Bisa Bebas Tarif Bea Cukai, Begini Syaratnya!

Khairul menilai kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan media. Bukan hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan adanya ruang dialog sehingga informasi mengenai perusahaan dapat dipahami secara utuh.

Bagi JNE, media memiliki posisi lebih dari sekadar kanal publikasi. Insan pers dipandang sebagai mitra komunikasi yang membantu menjembatani informasi perusahaan dengan masyarakat, khususnya terkait perkembangan layanan, inovasi maupun berbagai aktivitas yang dilakukan JNE.

BACA JUGA: Heboh! Kepala BGN Dituding Keluarkan Surat Agar Sekolah Diam soal Keracunan Massal dari Program MBG

"Media Gathering ini bukan hanya sekadar duduk bersama atau bertemu dalam satu kegiatan. Lebih dari itu, kami ingin membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan teman-teman media," jelas Khairul.

Ia mengatakan keterbukaan komunikasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kemitraan yang sehat. Dengan komunikasi dua arah, perusahaan dan media dapat saling memahami kebutuhan sekaligus menjalankan perannya masing-masing secara profesional.

Kategori :