Erupsi Gunung Marapi Sumbar: Amplitudo 30 mm, Durasi 79 Detik, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km

Minggu 27 Sep 2026 - 08:04 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Sabtu malam, 26 September 2026. Erupsi terjadi pukul 21.40 WIB dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi 79 detik.

Visual kolom abu tidak teramati dari pos pengamatan karena kondisi cuaca, namun estimasi awal menyebutkan ketinggian mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Status gunung tetap Level II atau Waspada.

Masyarakat di Kabupaten Agam dan Tanah Datar diminta tetap tenang, mengikuti himbauan resmi, serta menghindari radius bahaya 3 kilometer dari Kawah Verbeek.

BACA JUGA:Ribuan Manajer Kopdes Kecewa Penempatan Acak, Banyak yang Siap Ajukan Putus Kontrak?

Sebagaimana dikutip dari akun X @independentjawa, informasi awal menyebar cepat dengan rincian estimasi kolom abu 1.000 meter, amplitudo 30 mm, dan durasi 79 detik, disertai himbauan penting bagi warga sekitar.

Data tersebut sejalan dengan laporan resmi MAGMA Indonesia yang mencatat erupsi G.

Marapi pukul 21.40 WIB, visual tidakteramati, amplitudo maksimum 30 mm, dan durasi 79 detik.

Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin juga mengeluarkan advisories terkait laporan erupsi pada hari yang sama.

BACA JUGA:Parfum Isi Ulang: Harga, Aroma, Kandungan, Kelebihan dan Kekurangannya

Kronologi dan Data Teknis Erupsi 26 September 2026

Gunung Marapi (2.891 mdpl) yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sudah lama dikenal sebagai salah satu gunung api aktif dengan karakter erupsi berulang.

Sejak fase aktivitas meningkat pada Desember 2023 dan berlanjut sepanjang 2026, gunung ini kerap mengeluarkan hembusan dan erupsi kecil hingga sedang.

Pada Sabtu malam 26 September 2026, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi merekam getaran seismik yang jelas.

“Terjadi erupsi G. Marapi pada hari Sabtu, 26 September 2026, pukul 21.40 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 79 detik,” demikian laporan resmi yang disusun petugas Bilal Allegra Munbaits melalui platform MAGMA Indonesia.

BACA JUGA:Bapak-Anak Jadi Target Operasi Reskrim OKU Timur, Dibekuk Usai Begal Bedeng Kebun Karet

Kategori :