The Fed Masih Buka Peluang Naik Suku Bunga, Cek Kurs Hari Ini

Rabu 30 Sep 2026 - 12:00 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACA KORAN.CO – Dolar Amerika Serikat (USD) masih mendapat dukungan kuat di pasar valuta asing. Pelaku pasar kembali mencermati peluang kenaikan suku bunga The Fed di tengah tekanan inflasi dan tingginya harga energi.

Presiden The Fed New York John Williams mengatakan satu kali kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin menjadi langkah yang tepat untuk membantu mengendalikan inflasi.

Namun, Williams juga menegaskan belum ada kebutuhan mendesak untuk mengambil keputusan tersebut setelah The Fed menaikkan suku bunga pada awal September.

Pernyataan ini membuat arah kebijakan The Fed tetap menjadi perhatian pasar. Investor kini menunggu data ekonomi berikutnya untuk melihat seberapa kuat tekanan inflasi Amerika Serikat.

BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Menguat Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

USD Masih Jadi Aset Safe Haven

Penguatan USD juga berlangsung ketika negosiasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz belum menunjukkan perkembangan yang meyakinkan.

Ketidakpastian tersebut kembali mendorong perhatian terhadap harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan inflasi di berbagai negara.

Situasi tersebut ikut meningkatkan permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven.

Euro menjadi salah satu mata uang yang tertekan.

EUR diperdagangkan di sekitar level 1,135 per USD. Posisi tersebut disebut menjadi yang terlemah sejak Mei 2025.

Pelemahan euro terjadi ketika pasar masih mencermati ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

BACA JUGA:Rupiah Bertahan di Rp17.650, Pasar Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

RBA Naikkan Suku Bunga ke 4,60 Persen

Perhatian pasar juga tertuju pada Australia.

Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,60 persen.

Keputusan tersebut sesuai dengan perkiraan sebelumnya.

Namun, kenaikan suku bunga tidak otomatis membuat dolar Australia menguat terhadap USD.

RBA mengambil keputusan tersebut di tengah tekanan inflasi yang masih berlangsung.

Kenaikan biaya energi global akibat konflik di Timur Tengah juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.

Sepanjang tahun ini, RBA telah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin.

BACA JUGA:Kemenhaj Siapkan Batas Bawah Umrah Rp27 Juta, Travel Murah Disorot

Kurs Mata Uang Hari Ini

Berikut data kurs mata uang yang tersedia untuk perdagangan hari ini:

Mata Uang Bank Buy Bank Sell
USD Rp17.920 Rp17.990
SGD Rp13.999 Rp14.097
HKD Rp2.281,18 Rp2.295,72
CHF Rp21.445 Rp21.605
JPY Rp113,82 Rp114,74
CAD Rp12.607 Rp12.695
CNY Rp2.661,86 Rp2.692,35
THB Rp531,58 Rp539,44
SAR Rp4.766,34 Rp4.797,29
KRW Rp13,08 Rp13,50
MYR Rp4.382,95 Rp4.421,80
GBP Rp23.671 Rp23.836
AUD Rp12.501 Rp12.598
NZD Rp10.087 Rp10.168
EUR Rp20.288 Rp20.432

Kurs bank dapat berbeda antarpenyedia dan berubah mengikuti kondisi pasar.

Pergerakan Mata Uang terhadap USD

Data kedua menunjukkan posisi sejumlah mata uang terhadap USD.

Mata Uang Bank Buy Bank Sell
SGD 1,2787 1,2776
HKD 7,8468 7,8450
CHF 0,8347 0,8337
JPY 157,27 156,96
CAD 1,4199 1,4188
CNY 6,7243 6,6890
THB 33,6740 33,3900
SAR 3,7555 3,7542
KRW 1.368,41 1.333,22
MYR 4,0840 4,0730
GBP 1,3223 1,3234
AUD 0,6984 0,6994
NZD 0,5635 0,5645
EUR 1,1334 1,1345

Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan yang masih dirasakan sejumlah mata uang utama terhadap USD.

BACA JUGA:Mobil Damkar Terbalik Saat Melaju ke Lokasi Kebakaran, Dua Petugas Gugur

Harga Minyak dan Emas

Selain pasar valuta asing, komoditas juga bergerak mengikuti perkembangan global.

Harga crude oil dalam data hari ini berada di level US$89,32.

Sementara itu, harga XAU atau emas tercatat sebesar US$4.180,93.

Harga minyak masih menjadi perhatian karena perkembangan konflik dan kondisi Selat Hormuz dapat memengaruhi ekspektasi pasokan energi.

Kenaikan harga energi juga berpotensi memengaruhi prospek inflasi. Karena itu, pasar akan mencermati bagaimana bank sentral merespons perkembangan tersebut.

Ringkasan Kurs dan Komoditas

Pergerakan USD selanjutnya masih akan dipengaruhi kebijakan The Fed, data inflasi Amerika Serikat, harga energi, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Bagi pasar Indonesia, arah USD terhadap rupiah tetap menjadi perhatian. Terutama karena perubahan nilai tukar dapat berdampak pada harga barang impor dan arus modal.

Tags : #usd #the fed #rupiah #rba #kurs hari ini #harga emas
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini