BACAKORAN.CO - Klasemen Super League 2026/27 alami perubahan usai pertandingan PSIM Yogyakarta menjamu Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung Bantul. Persija ambil takhta dan kuasai klasemen.
Persija Jakarta kuasai klasemen karena kalahkan PSIM Yogyakarta 4-0 di laga itu. Kemenangan itu membuat koleksi poin Persija menjadi 12 angka.
Persija di puncak klasemen unggul dua angka dari Dewa United. Dewa United di posisi kedua dengan koleksi 10 angka.
Empat gol Persija yang antarkan mereka kuasai klasemen Super League 2026/27 dicetak oleh Alexander Jeremejeff (77'), Stjepan Loncar (81', 90'), Kwon Changhoon (87').
BACA JUGA:Persijap Bikin Arema FC Percaya Diri Hadapi Persija Jakarta
Meski tampil dominan, Persija harus menutup babak pertama dengan skor kacamata. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi belum ada yang mampu dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, barisan pertahanan Macan Kemayoran tampil solid untuk meredam serangan tuan rumah dan menjaga gawang tetap bersih hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persija tampil lebih agresif dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Upaya tersebut membuahkan hasil pada 45 menit kedua, ketika empat gol berhasil disarangkan ke gawang PSIM.
Persija kuasai klasemen Super League usai kalahkan PSIM 4-0-Persija-
Usai pertandingan, Pelatih Persija Shin Tae-yong mengapresiasi penampilan anak asuhnya sepanjang pertandingan.
“Bagaimana pun, kami bisa membawa hasil pertandingan yang baik. Tapi sebelumnya saya punya pemikiran bahwa pertandingan ini bisa menjadi sebuah rintangan atau titik sulit bagi kami," ungkap Shin Tae-yong.
"Tapi sebaliknya, para pemain kami bekerja keras dan tampil jauh lebih baik dari yang kami duga. Jadi saya rasa hari ini kami berhasil membawa hasil pertandingan yang baik dari tim Jogja,” kata Shin Tae-yong.
“Saat pertandingan berjalan, ketika lawan memiliki kekuatan yang sama, mereka adalah tim yang bermain cenderung bertahan," jelasnya.
"Mereka membendung serangan kami dengan baik sehingga tidak mudah bagi kami untuk mencetak gol karena penyelesaian akhir yang kurang baik. Di babak kedua, Stjepan mencetak dua gol yang sepenuhnya mengubah atmosfer keseluruhan tim,” tuturnya melanjutkan.