bacakoran.co - depok kembali jadi sorotan publik. sebuah hajatan besar menutup hampir seluruh proklamasi dekat pasar agung, sukmajaya, yang ternyata akan digunakan untuk resepsi pernikahan.
ini langsung menuai kritik dari warga, karena menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan kendaraan harus dialihkan menggunakan sistem contra flow.
begitu foto dan video kejadian ini di media sosial, petugas satpol pp dan dishub depok segera turun tangan.
menurut kepala seksi ketentraman dan ketertiban umum satpol pp kota depok, agus muhammad, tenda tersebut merupakan bagian dari persiapan hajatan yang dijadwalkan berlangsung sabtu, 11 januari 2025.
“jadi ini baru prepare atau persiapan, kita mendapatkan informasi langsung kita tindaklanjuti. setelah (salat) jumat kita langsung bergerak berkoordinasi dengan dishub dan aparatur pemerintahan setempat,” ungkap agus saat diwawancarai, jumat, 10 januari 2025.
sementara itu, kasi ketertiban lalu lintas dan perparkiran dishub depok, deriz m. riza, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin untuk penutupan jalan ini.
“saat ini tenda yang berdiri hampir menutup jalan sekitar 90 persen. alhamdulillah suasananya kondusif, pemilik yang melaksanakan hajatan menerima, alhamdulillah bisa terkoordinasi, kita tungguin aja sampai selesai untuk menertibkan,” ujarnya.
"jadi intinya dinas perhubungan tidak memberikan izin untuk penutupan jalan proklamasi. tadi juga saya sudah sampaikan ke penyeleggara dan mereka mengakui kekeliruan ini." katanya.
deriz memastikan jalan sudah kembali normal setelah tenda dibongkar.
“ya mudah-mudahan masyarakat mulai jam ini juga sudah bisa lewat di jalur jalan proklamasi, normal kembali ya,” tambahnya.
di sisi lain, pemilik hajatan, zulkifli, mengaku salah atas insiden ini.
ia berdalih bahwa pelaminan adat minang yang digunakan membutuhkan ruang besar, sehingga ia terpaksa mendirikan tenda hingga menutup jalan.
“saya minta maaf kepada warga, benar-benar minta maaf saya, saya sadar itu salah saya,” ujarnya dengan nada menyesal.
ia juga mengaku salah paham dengan arahan dishub.
“dengan izin itu saya sudah berbangga hati karena bisa menggunakan jalan, tapi ternyata buat sebagian jalan saja,” tutup zulkifli.
kini, proses pembongkaran tenda sudah selesai dan satpol pp telah memasang tanda batas untuk memastikan kendaraan dapat melewati jalan tersebut tanpa gangguan.
kejadian ini jadi pengingat agar warga lebih mematuhi aturan sebelum menggelar acara besar yang berdampak pada fasilitas umum.