bacakoran.co

Tegas! Ini Alasan Abbas dan Negara Arab Tolak Usul Trump Relokasi Paksa Warga Gaza ke Yordania dan Mesir!

Rencana Donald Trump relokasi warga gaza ke negara lain ditolak tegas Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan negara arab lainnya, termasuk Yordania dan Mesir.--istimewa

BACAKORAN.CO – Segala bentuk upaya merelokasi paksa warga Palestina dari Jalur Gaza ke negara lain ditolak tegas Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap usulan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyarankan pemindahan warga Gaza ke Mesir dan Yordania.

"Kami dengan keras menolak dan mengecam proyek apa pun yang bertujuan mengusir rakyat kami dari Jalur Gaza," demikian pernyataan resmi dari kantor Presiden Abbas dilansir dari AFP.

Penolakan Keras terhadap Relokasi Paksa

BACA JUGA:Relokasi Warga Gaza? Mesir dan Yordania Tolak Keras Ide Donald Trump

BACA JUGA:Usai Dilantik, Trump Pertimbangkan Relokasi Warga Gaza ke Luar Palestina, Ada Indonesia!

Meski tidak secara langsung menyebut nama Trump dalam pernyataannya, Abbas menegaskan jika rakyat Palestina tidak akan meninggalkan tanah air mereka.

Termasuk tempat-tempat suci.

Ia pun menolak segala kebijakan yang berpotensi memecah persatuan wilayah Palestina, baik di Jalur Gaza, Tepi Barat, maupun Yerusalem Timur.

"Kami tidak akan membiarkan tragedi tahun 1948 dan 1967 terulang kembali," tegas Abbas, mengacu pada dua peristiwa besar yang menyebabkan pengungsian massal warga Palestina.

BACA JUGA:Indonesia Jadi Magnet Baru! 15 Investor Tekstil China Siap Relokasi Pabrik, Ada yang Minat Akuisisi Sritex?

BACA JUGA:Perlawanan Penuh Semangat: PKL Pasar 16 Ilir Menolak Penertiban dan Relokasi

Abbas pun mendesak komunitas internasional untuk terus mendukung gencatan senjata yang dimulai sejak 19 Januari lalu.

Ia menegaskan jika Otoritas Palestina siap mengambil alih pemerintahan di wilayah Gaza jika diperlukan.

Tegas! Ini Alasan Abbas dan Negara Arab Tolak Usul Trump Relokasi Paksa Warga Gaza ke Yordania dan Mesir!

Ramadhan Evrin

Ramadhan Evrin


bacakoran.co – segala bentuk upaya warga palestina dari jalur gaza ke negara lain ditolak tegas presiden palestina .

pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap usulan presiden amerika serikat (as), donald trump yang menyarankan pemindahan warga gaza ke mesir dan yordania.

"kami dengan keras menolak dan mengecam proyek apa pun yang bertujuan mengusir rakyat kami dari jalur gaza," demikian pernyataan resmi dari kantor presiden abbas dilansir dari afp.

penolakan keras terhadap relokasi paksa

meski tidak secara langsung menyebut nama trump dalam pernyataannya, abbas menegaskan jika rakyat palestina tidak akan meninggalkan tanah air mereka.

termasuk tempat-tempat suci.

ia pun menolak segala kebijakan yang berpotensi memecah persatuan wilayah palestina, baik di jalur gaza, tepi barat, maupun yerusalem timur.

"kami tidak akan membiarkan tragedi tahun 1948 dan 1967 terulang kembali," tegas abbas, mengacu pada dua peristiwa besar yang menyebabkan pengungsian massal warga palestina.

abbas pun mendesak komunitas internasional untuk terus mendukung gencatan senjata yang dimulai sejak 19 januari lalu.

ia menegaskan jika otoritas palestina siap mengambil alih pemerintahan di wilayah gaza jika diperlukan.

usulan relokasi trump yang kontroversial

donald trump sebelumnya mengusulkan rencana untuk memindahkan lebih dari satu juta warga palestina dari gaza ke negara-negara seperti yordania dan mesir.

bahkan, trump sempat menyebut kemungkinan indonesia menjadi salah satu opsi dalam relokasi tersebut.

"saya mengatakan kepada raja abdullah bahwa saya ingin anda menampung lebih banyak pengungsi karena situasi di jalur gaza saat ini sangat berantakan," ungkap trump dalam wawancaranya dengan cnn belum lama ini.

trump pun menyatakan akan berdiskusi dengan presiden mesir abdel fattah el-sisi mengenai kemungkinan mesir menerima pengungsi dari gaza.

menurut trump, situasi di gaza sudah "hampir sepenuhnya hancur" akibat konflik berkepanjangan.

"kita berbicara tentang satu setengah juta orang. saya pikir kita bisa membersihkan semuanya," tambah trump.

penolakan keras dari yordania dan mesir  

rencana trump ini mendapatkan penolakan tegas dari yordania.

menteri luar negeri yordania, ayman safadi, menolak dengan jelas segala bentuk pemindahan paksa warga palestina.

 

"penolakan kami terhadap pengusiran warga palestina tidak akan berubah. yordania untuk warga yordania, dan palestina untuk warga palestina," ujar safadi dalam pernyataan resminya.  

pemerintah mesir juga memberikan respons serupa.

kementerian luar negeri mesir menegaskan dukungan penuh mereka terhadap "keteguhan rakyat palestina di tanah mereka".

masa depan gaza dan palestina

 

langkah kontroversial trump ini hanya menambah panjang daftar tekanan terhadap palestina.

namun, sikap tegas abbas, ditambah dukungan dari yordania dan mesir, menunjukkan jika relokasi paksa warga palestina tidak akan diterima dengan mudah oleh negara-negara di kawasan.

Tag
Share