bacakoran.co

Kasus Penembakan Imigran Indonesia di Malaysia, DPR RI Minta Perkara Ini Diusut Secara Transparan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ingin Kasus Penembakan WNI di Malaysia Diusut Secara Transparan Tanpa Ada yang Ditutup-tutupi --TvOneNews

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur tengah memantau perkembangan kasus ini dengan seksama. 

Berdasarkan komunikasi yang dilakukan antara KBRI dan Polis Diraja Malaysia (PDRM), dikonfirmasi bahwa APMM melakukan penembakan terhadap WNI yang diduga mencoba keluar dari Malaysia secara ilegal. 

BACA JUGA:Detik-Detik Penembakan WNI oleh Aparat Malaysia, Istri Korban Beberkan Pesan Suara Terakhir!

BACA JUGA:Dor! Dor! Insiden Penembakan 5 WNI di Perairan Malaysia Satu Tewas, Kemlu RI Tuntut Penyelidikan

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI, Judha Nugraha, menyatakan bahwa tindakan penembakan tersebut dilakukan karena WNI berusaha melawan. 

Namun data lengkap mengenai para korban masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan, KBRI telah meminta akses konsuler untuk mengidentifikasi jenazah dan mengunjungi korban-korban yang terluka. 

BACA JUGA:Trump Perintahkan Lepas Pembatas Pasokan Bom Israel Sekitar 900 Kg

BACA JUGA:Badan Gizi Nasional Sebut Kandungan Protein Belalang dan Ulat Sagu Sangat Tinggi, Benarkah Jadu Menu MBG

Selain itu KBRI berencana mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia untuk meminta dilakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini.

Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur berkomitmen untuk terus memantau proses penanganan kasus ini oleh otoritas Malaysia dan memberikan dukungan konsuler kepada para WNI yang terdampak.

Selain itu Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mengutuk keras tindakan penembakan tersebut. 

Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menuntut agar pemerintah Malaysia segera menyelidiki kejadian ini dan menindak tegas jika terbukti ada penggunaan kekuatan berlebihan oleh petugas APMM.

BACA JUGA:Kasus Mayat Wanita dalam Koper Bernama Uswatun Khasanah, Kamar Hotel di Kediri Terlihat Dipasang Garis Polisi

BACA JUGA:Momen Menlu Sugiono & Seskab Teddy Nyanyikan 'Kuch Kuch Hota Hai' di Jamuan Presiden India

Kasus Penembakan Imigran Indonesia di Malaysia, DPR RI Minta Perkara Ini Diusut Secara Transparan

Yanti D.P

Yanti D.P


bacakoran.co - insiden penembakan terhadap pekerja migran indonesia oleh petugas patroli maritim malaysia di perairan tanjung rhu, selangor (24/1/2025) mendapatkan kecaman dari publik.

wakil ketua komisi i dpr dave akbarshah fikarno laksono ingin otoritas malaysia mengusut insiden penembakan pekerja migran indonesia (pmi) secara transparan dan jelas.

“kami harapkan persoalan ini dapat diusut hingga selesai, tidak ada ditutupi, dan jangan sampai jadi preseden yang buruk untuk menutupi kasus yang mengakibatkan orang meninggal,” kata dave dalam keterangannya, dikutip bacakoran.co dari , rabu (29/1/2025).

kemudian, ia juga ingin pemerintah ikut terlibat dalam pengusutan kasus penembakan imigran indonesia ini.

kasus ini juga bisa menodai hubungan baik indonesia dan malaysia dan harus ada keterbukaan dalam kasus ini.

"ini menodai dan mencoreng hubungan baik antara indonesia dengan malaysia dan bilamana memang ada pelanggaran hukum yang dimana para aparat dari malaysia, diwajibkan untuk menggunakan kekerasan, itu harus ada keterbukaan dan kejelasan sejauh mana situasinya dan eskalasi setinggi apa, hingga harus sampai ada penembakan yang mengakibatkan meninggalnya satu orang wni kita," ungkapnya.

"kami amat menyesalkan dengan kejadian di mana ada sejumlah wni yang ditembak hingga mengakibatkan korban jiwa satu orang," sambungnya.

sebelumnya peristiwa tragis menimpa lima warga negara indonesia (wni) di  pada jumat, 24 januari 2025. 

 ini melibatkan penembakan oleh agensi penguatkuasaan maritim malaysia (apmm) di perairan tanjung rhu, selangor, sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat.

akibat insiden ini satu pekerja migran indonesia tewas, satu lainnya dalam kondisi kritis sementara tiga orang sisanya mendapatkan perawatan medis di berbagai rumah sakit di selangor.

kementerian luar negeri republik  (kemlu ri) bersama kedutaan besar republik indonesia (kbri) di kuala lumpur tengah memantau perkembangan kasus ini dengan seksama. 

berdasarkan komunikasi yang dilakukan antara kbri dan polis diraja malaysia (pdrm), dikonfirmasi bahwa apmm melakukan penembakan terhadap wni yang diduga mencoba keluar dari malaysia secara ilegal. 

direktur perlindungan wni dan bhi kemlu ri, judha nugraha, menyatakan bahwa tindakan penembakan tersebut dilakukan karena wni berusaha melawan. 

namun data lengkap mengenai para korban masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

sebagai bagian dari upaya perlindungan, kbri telah meminta akses konsuler untuk mengidentifikasi jenazah dan mengunjungi korban-korban yang terluka. 

selain itu kbri berencana mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah malaysia untuk meminta dilakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini.

kemlu dan kbri kuala lumpur berkomitmen untuk terus memantau proses penanganan kasus ini oleh otoritas malaysia dan memberikan dukungan konsuler kepada para wni yang terdampak.

selain itu kementerian pelindungan pekerja migran indonesia (kp2mi) mengutuk keras tindakan penembakan tersebut. 

wakil menteri p2mi, christina aryani, menuntut agar pemerintah malaysia segera menyelidiki kejadian ini dan menindak tegas jika terbukti ada penggunaan kekuatan berlebihan oleh petugas apmm.

di sisi lain kp2mi tengah mengidentifikasi asal daerah para korban untuk memastikan pendampingan dapat dilakukan secara optimal. 

semua pihak berharap agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang dan perlindungan terhadap pekerja migran dapat terus ditingkatkan.

Tag
Share