Mobil Civic Terparkir di Rumah Kades Kohod, Polisi Ungkap Betul Milik Pribadinya: Data Sesuai
Penggeledahan Kediaman Kades Kohod Arsin dan Ditemukan Civic Putih yang Merupakan Miliknya --Tribun Tangerang
Ia tidak sendiri, seorang anggota keluarga yang diduga merupakan adik Arsin turut mendampinginya selama pemeriksaan.
Dalam sesi interogasi tersebut, istri Arsin dan adiknya terlihat menandatangani sebuah berkas yang diduga merupakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait kasus pagar laut.
BACA JUGA:Kades Kohod Gunakan Nama Orang Lain Sebagai Pemilik Mobil Mewah, Kok Bisa?
Sementara itu, keberadaan Kades Arsin sendiri masih menjadi teka-teki.
Ia menghilang sejak kedatangan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, beberapa waktu lalu.
Apakah Arsin sengaja menghindar dari jerat hukum?
Kasus ini semakin menarik perhatian publik setelah Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH PP Muhammadiyah, Ghuroni, mengungkap fakta mengejutkan dalam sebuah podcast bersama mantan Ketua KPK, Abraham Samad.
Menurut Ghuroni, Arsin diduga menerima uang dari pembebasan lahan warga dan penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) serta Sertifikat Hak Milik (SHM) di wilayah pagar laut.
Tak hanya itu, kabarnya pihak pengembang telah menyiapkan dana fantastis sebesar Rp560 miliar untuk mengurus surat-surat tanah yang akan digunakan dalam proyek PIK 2.
Dana ini tidak hanya mengalir ke Arsin, tetapi juga akan dibagikan kepada 19 kepala desa lain yang desanya terdampak proyek tersebut.
Kasus ini masih terus berkembang, dan penggeledahan yang dilakukan oleh Bareskrim menjadi langkah penting dalam mengungkap aliran dana mencurigakan terkait proyek pagar laut.
BACA JUGA:Viral! Kades Kohod Diduga yang Perintahkan Bangun Pagar Laut, Ini Klarifikasinya